Minggu, 07 Oktober 2012
di
22.31
|
Artikel
Pertama :Menulis Buku Teks
Menurut
:Sawali
Dia lebih ke buku
pendekatan pembelajaran Bahasa Indonesia.Menurut
beliau hal mendasar dalam pengembangan dan penyajian materi bahasa dan sastra Indonesia.
a. Pembelajaran mengarahkan siswa untuk menguasai bahasa dalam kontekskomunikasi. Dengan
demikian, pembelajaran Bahasa Indonesia
mengarah pada kegiatan komunikasi nyata dan
penugasan yang bermakna serta penggunaan bahasa yang bermakna
bagi siswa.
b. Pembelajaran mencerminkan
kebutuhan siswa, yakni keterampilan menggunakan bahasa secara bermakna,
yang bersifat humanis, yakni menempatkan siswa pada posisi
aktif.Pengembangan kompetensi komunikatif mencakup kemampuan siswa untuk menafsirkan
bentuk-bentuk linguistik, baik bentuk
yang eksplisit maupun implisit.
2. Prinsip
Pengembangan Kemampuan Komunikasi dalam Buku Pelajaran Bahasa Indonesia
a. Prinsip Kebermaknaan: disesuaikan dengan kebutuhan siswa, bertumpu pada pemenuhan dorongan bagi siswa untuk mengungkapkan ide, pikiran, gagasaan, perasaan, dan informasi kepada orang lain, baik secara lisan maupun tertulis.
b. Prinsip Keotentikan bahan dan materi pelatihan berbahasa: dipilih teks/wacana tulis/lisan yang banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk: mengembangkan kemahiran fungsi berbahasanya, menekankan fungsi komunikatif bahasa, memenuhi kebutuhan berbahasa siswa. Bahan berisi petunjuk/pelatihan/tugas yang memanfaatkan media cetak atau elektronik seoptimal mungkin; didasarkan atas hasil analisis kebutuhan berbahasa siswa; sedapat mungkin bersifat otentik; mengandung pemakaian unsur bahasa yang bersifat selektif dan fungsional; serta mendukung terbentuknya performansi komunikatif siswa yang andal.
c. Prinsip Keterpaduan materi.
d. Prinsip Keberfungsian dalam pemilihan metode dan teknik pembelajaran
e. Prinsip Performansi Komunikatif, berupa kegiatan berbahasa, mengamati, berlatih, dan lain-lain.
f. Prinsip Kebertautan (kontekstual) berkaitan dengan pemanfaatan media dan sumber belajar.
g. Prinsip Penilaian yang menuntut sistem penilaian yang (a) mengukur kemahiran berbahasa secara menyeluruh dan terpadu, (b) mendorong siswa agar aktif berlatih berbahasa Indonesia secara tulis/lisan, baik produktif maupun reseptif, serta (c) mengarahkan kemampuan siswa dalam menghasilkan wacanalisan maupun tulisan.
a. Prinsip Kebermaknaan: disesuaikan dengan kebutuhan siswa, bertumpu pada pemenuhan dorongan bagi siswa untuk mengungkapkan ide, pikiran, gagasaan, perasaan, dan informasi kepada orang lain, baik secara lisan maupun tertulis.
b. Prinsip Keotentikan bahan dan materi pelatihan berbahasa: dipilih teks/wacana tulis/lisan yang banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk: mengembangkan kemahiran fungsi berbahasanya, menekankan fungsi komunikatif bahasa, memenuhi kebutuhan berbahasa siswa. Bahan berisi petunjuk/pelatihan/tugas yang memanfaatkan media cetak atau elektronik seoptimal mungkin; didasarkan atas hasil analisis kebutuhan berbahasa siswa; sedapat mungkin bersifat otentik; mengandung pemakaian unsur bahasa yang bersifat selektif dan fungsional; serta mendukung terbentuknya performansi komunikatif siswa yang andal.
c. Prinsip Keterpaduan materi.
d. Prinsip Keberfungsian dalam pemilihan metode dan teknik pembelajaran
e. Prinsip Performansi Komunikatif, berupa kegiatan berbahasa, mengamati, berlatih, dan lain-lain.
f. Prinsip Kebertautan (kontekstual) berkaitan dengan pemanfaatan media dan sumber belajar.
g. Prinsip Penilaian yang menuntut sistem penilaian yang (a) mengukur kemahiran berbahasa secara menyeluruh dan terpadu, (b) mendorong siswa agar aktif berlatih berbahasa Indonesia secara tulis/lisan, baik produktif maupun reseptif, serta (c) mengarahkan kemampuan siswa dalam menghasilkan wacanalisan maupun tulisan.
B. STANDAR BUKU PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
1. Aspek-Aspek Buku Pelajaran Yang Dinilai
a. materi
b. penyajian
c. bahasa dan keterbacaan
d. grafika
Keempat aspek ini saling berkait satu sama lain.
1. Aspek-Aspek Buku Pelajaran Yang Dinilai
a. materi
b. penyajian
c. bahasa dan keterbacaan
d. grafika
Keempat aspek ini saling berkait satu sama lain.
1.1 Aspek Isi
atau Materi Pelajaran
• Aspek ini merupakan bahan pembelajaran yang disajikan di dalam bukupelajaran.
• Kriteria materi harus spesifik, jelas, akurat, dan mutakhir dari segi penerbitan.
• Informasi yang disajikan tidak mengandung makna yang bias.
• Kosakata, struktur kalimat, panjang paragraf, dan tingkat kemenarikan sesuai dengan minat dan kognisi siswa.
• Rujukan yang digunakan, dicantumkan sumbernya.
• Ilustrasi harus sesuai dengan teks.
• Peta, tabel, dan grafik harus sesuai dengan teks, harus akurat, dan sederhana.
• Perincian materi harus sesuai dengan kurikulum.
• Perincian materi harus memperhatikan keseimbangan dalam penyebaran materi, baik yang berkenaan dengan pengembangan makna dan pemahaman, pemecahan masalah, pengembangan proses, latihan dan praktik, tes keterampilan maupun pemahaman.
• Aspek ini merupakan bahan pembelajaran yang disajikan di dalam bukupelajaran.
• Kriteria materi harus spesifik, jelas, akurat, dan mutakhir dari segi penerbitan.
• Informasi yang disajikan tidak mengandung makna yang bias.
• Kosakata, struktur kalimat, panjang paragraf, dan tingkat kemenarikan sesuai dengan minat dan kognisi siswa.
• Rujukan yang digunakan, dicantumkan sumbernya.
• Ilustrasi harus sesuai dengan teks.
• Peta, tabel, dan grafik harus sesuai dengan teks, harus akurat, dan sederhana.
• Perincian materi harus sesuai dengan kurikulum.
• Perincian materi harus memperhatikan keseimbangan dalam penyebaran materi, baik yang berkenaan dengan pengembangan makna dan pemahaman, pemecahan masalah, pengembangan proses, latihan dan praktik, tes keterampilan maupun pemahaman.
1.2 Aspek
Penyajian Materi
Aspek ini merupakan aspek tersendiri yang harus diperhatikan dalam bukupelajaran. Berkenaan dengan penyajian:
• tujuan pembelajaran,
• keteraturan urutan dalam penguraian,
• kemenarikan minat dan perhatian siswa,
• kemudahan dipahami,
• keaktifan siswa,
• hubungan bahan, serta
• latihan dan soal.
Aspek ini merupakan aspek tersendiri yang harus diperhatikan dalam bukupelajaran. Berkenaan dengan penyajian:
• tujuan pembelajaran,
• keteraturan urutan dalam penguraian,
• kemenarikan minat dan perhatian siswa,
• kemudahan dipahami,
• keaktifan siswa,
• hubungan bahan, serta
• latihan dan soal.
1.3 Aspek Bahasa dan Keterbacaan
Aspek bahasa merupakan sarana penyampaian dan penyajian bahan, seperti kosakata, kalimat, paragraph, dan wacana.
Aspek keterbacaan berkaitan dengan tingkat kemudahan bahasa (kosakata, kalimat, paragraph, dan wacana) bagi kelompok atau tingkatan siswa. Ada tiga ide utama yang terkait dengan keterbacaan, yakni:
1. Kemudahan membaca (berhubungan dengan bentuk tulisan atau tipografi, ukuran huruf, dan lebar spasi) yang berkaitan dengan aspek grafika;
2. Kemenarikan (berhubungan dengan minat pembaca, kepadatan ide bacaan, dan penilaian keindahan gaya tulisan) yang berkaitan dengan aspek penyajian materi;
3. Kesesuaian (berhubungan dengan kata dan kalimat, panjang-pendek, frekuensi, bangun kalimat, dan susunan paragraf) yang berkaitan dengan bahasa dan keterbacaan.
Aspek bahasa merupakan sarana penyampaian dan penyajian bahan, seperti kosakata, kalimat, paragraph, dan wacana.
Aspek keterbacaan berkaitan dengan tingkat kemudahan bahasa (kosakata, kalimat, paragraph, dan wacana) bagi kelompok atau tingkatan siswa. Ada tiga ide utama yang terkait dengan keterbacaan, yakni:
1. Kemudahan membaca (berhubungan dengan bentuk tulisan atau tipografi, ukuran huruf, dan lebar spasi) yang berkaitan dengan aspek grafika;
2. Kemenarikan (berhubungan dengan minat pembaca, kepadatan ide bacaan, dan penilaian keindahan gaya tulisan) yang berkaitan dengan aspek penyajian materi;
3. Kesesuaian (berhubungan dengan kata dan kalimat, panjang-pendek, frekuensi, bangun kalimat, dan susunan paragraf) yang berkaitan dengan bahasa dan keterbacaan.
Artikel
Kedua :Pembuatan Buku Teks Pelajaran
Menurut : Aguswuryanto
Di sini dia menjelaskan prinsip-prinsip buku teks
pelajaran,ketentuan pembuatan buku teks pelajaran,bagian-bagian dari buku teks
pelajaran,sistematika penulisan buku teks pelajaran
Ada
beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyusunan buku antara lain :
prinsip relevansi,
konsistensi dan kecukupan
1.Prinsip relevansi artinya
keterkaitan, materi yang ditulis hendaknya relevan dengan pencapaian standar
kompetensi yang ingin dicapai
2Prinsip konsistensi artinya
keajegan, jika kompetensi dasar yang harus dikuasai empat macam maka bahasan
yang ada pada buku juga harus meliputi empat macam.
3Prinsip kecukupan artinya
materi yang diajarkan hendaknya mencukupi dalam membantu peserta diklat
mengusai kompetensi yang akan diajarkan, materi tidak boleh terlalu sedikit dan
tidak boleh terlalu banyak, jika terlalu sedikit akan kurang membantu mencapai
kompetensi standar sebaliknya jika terlalu banyak akan membuang buang waktu dan
tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya
Ketentuan
pembatan buku teks pelajaran antara lain:
persyaratan yang berkaitan
dengan isi
- Memuat sekurang kurangya materi minimal yang harus dikuasai peserta didik/diklat
- Relevan dengan tujuan dan sesuai dengan kemampuan yang akan dicapai
- Sesuai dengan ilmu pengetahuan yang bersangkutan
- Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
- Sesuai dengan jenjang dan sasararan
- Isi dan bahan mengacu pengembangan konsep, prinsip, teori
- Tidak mengandung muatan politis maupun hal yang berbau sara
Persyaratan
penyajian
- Uraian teratur sesuai dengan urutan setiap bab
- Ualing memperkuat dengan bahan lain dan kontekstual
- Menarik minat dan perhatian sasaran pembaca
- Menantang dan merangsang untuk dibaca dan dipelajari
- Mengacu pada aspek koginitif, afektif dan psikomotor
- Penyajian yang menggunakan bahasan ilmiah dan formal
Persyaratan yang berkaitan
dengan bahasa
- Menggunakan bahasa Indonesia yang benar
- Menggunakan kalimat yang sesuai dengan kematangan dan perkembangan sasaran pembaca
- Menggunakan istilah, kosakata, indeks, symbol yang mempermudah pemahaman
- Menggunakan kata kata terjemahan yang dibakukan
Persyaratan yang berkaitan dengan Ilustrasi
- Relevan degan konsep, prinsip yang disajikan.
- Tidak mengunakan kesinambungan antar kalimat. Antar bagian dan antar paragraph.
- Merupakan bagian terpadu dari bahan ajar
- Jelas, baik dan merupakan hal-hal esensial yang membantu memperjelas materi
Bagian-bagian
dari buku teks pelajaran:
Bagian awal yang berisi :
- Halaman cover, bersisi tentang judul, pengarang, gambar sampul , nama departemen, tahun terbit.
- Halaman judul , berisi judul, pengarang/penulis, gambar sampul, tahun terbit, nama depertemen
- Daftar isi, yang membuat, judul bab, sub bab, dan nomor halaman
- Daftar lain seperti : daftar gambar, daftar table, daftar lampiran.
Bagian isi
Bagian ini berisi bab-bab, dan setiap bab terdiri sub
bab-sub bab dan pokok pokok bahasan yang menjadi inti naskah buku dan memuat
uraian penjelasan, proses operasional atau langkah kerja dari setiap bab maupun
sub bab. Dengan demikian paragraf merupakan unit terkecil suatu pokok bahasan.
Paragraf tersebut harus saling mendukung dan merupakan suatu kesatuan yang
koheren. Apabila diperlukan penjelasan dan uaraian dari masing-masing bab
dilengkapi dengan table, bagan, gambar dan ilustrasi lain. pada baigian isi
buku dikelompokkan menjadi beberapa bab, dalam setiap bab disamping berisi
informasi umumnya diakhiri dengan rangkuman dan latihan soal.
Bagian akhir
Pada bagian akhir dari suatu buku biasanya berisi
antara lain :
- lampiran, bila lampiran lebih dari satu lembar harus diberi nomor urut arab
- Glosarium (jika ada), kata/istilah yang berhubungan dengan uraian diktat sehingga memudahkan pemahaman pembanca
- Kepustakaan, ada beberapa cara menulkiskan kepustakaan, namum namum demi keseragaman dipilih satu dari sekian cara tersebut, dengan ketentuan sebagai berikut :
- Hendaknya digunakan buku acuan yang relevan dengan bahan kajian yang akan ditulis, tidak ketinggagalan perkembangan teknologi dan sesuai dengan disiplin ilmu
- kepustakaan disusun dengan urutan abjad:
Mulyasan,E, 2003, Kurikulum Berbasis
Kompetensi, Pt Remaja Rosda Karya, Bandung
Sistematika penulisan buku teks
pelajaran
1.PENGGUNANAN BAHASA INDONESIA DALAM PENULISAN BUKU
TEKS PELAJARAN
Penulisan buku teks pelajaran hendaknya menggunakan
bahasa jelas, tepat formal dan lugas. Kejelasan dan ketepatan isi dapat
diwujudkan dengan menggunakan kata dan istilah yang jelas`dan tepat, kalimat
yang tidak berbelit belit dan struktur alinea yang runtut,kelugasan dan
keformalan gaya bahasa digunakakan dengan menggunakan kalimat fasif, hindarilah
pengunaan kata kata sepeti saya kami, kemudian tuliskan kegiatan yang
dilakukan penulis, seperti penulis atau peneliti tapi inipun hindari sesedikit
mungkin.dalam menggunakan bahasa Indonesia baku hendaknya memperhatikan :
8.1 Kaidah Bahasa
Indonesia yang digunakan adalah ejaan yang disempunakan (EYD)
8.2 Penerapan kaidah
Ejaan
8.3 Pemakaian tanda baca
2.PENGETIKAN NASKAH BUKU TEKS PELAJARAN
Dalam pengetikan naskah diktat ada beberapa hal yang
harus diperhatikan
Kertas yang digunakan adalah kertas jenis HVS putih,
ukuran kuarto atau polio tergantung selera tetapi umunya ukuran kuarti, mbidang
pengetikan pun berjaeak 4 cm dari tepi kiri, dan 3 cm tepi atas, tepi
kanan dan tepi bawah, sebuah alinea tidak dimulai pada bagian halaman yang
hanya memuat kurang dari tiga baris.
Diktat ditulis dengan computer yang baku baik jenis
huruf maupun ukuran hurufnya, pengetikan dengan menggunakan rata kanan dan
tidak boleh mengorbankan aturan spasi atarkata dalam teks. pelajaran
Awal alinea diketik npada ketukan keenam dari batas
kiri bidang pengetikan . sesudah tand baca titik, titik dua, titik koma, dan
koma hendaknya diberi satu ketikan kosong. Istilah tertentu yang belum lazim
ditulis digaris bawahi atau ditulis dengan huruf miring. Dalam pengetikan juga
harus diperhatkan antara lain :
8.1.
Jenis dan ukuran huruf
8.2.
modus huruf
8.3.
spasi
8.4.
tablel dan gambar
3.ILUSTRASI DAN PERWAJAHAN
Buku teks walaupun dibuat oleh seorang guru, maupun
widyaiswara yang pada jaman komputer belum banyak dipergunakan ilustrasi dibuat
dengan gambar maupun foto dilakukan oleh tenaga ahli tertentu yang biasa
desebut ilustrator, tetapi setelah komputer banyak digunakan, karena fasilitas
untuk pemakaian ilustrasi ada pada komputer , ilustrasi bisa ditulis dan diatur
sendiri, karena pengeditan dan perancangan wajah sudah ada fasilitasnya dalam
hal ilisutrasi seorang penulis buku teks haris memperhatikan masalah masalah :
10.1 Format buku teks
pelajaran agar enak dibaca
10.2 Tata letak untuk
mempermudah pemahaman isi buku dan mendapatkan kenyamanan membaca.
10.3 Tipografi yang
menyangkut nama dan jenis huruf, panjang baris, ukuran huruf
10.4 ilustrasi agar sajian
visual yang tidak mungkin disampaikan dengan kata dapat disajikan dengan
gambar, ilustrasi sangat menarik jika berupa foto foto yang berwarna.
Artikel
Ketiga :Pedoman Penulisan Buku
Menurut : Rastrapermana
Di sini dia menjelaskan kaidah penulisan buku teks
pelajaran,kerangka penulisan,klasifikasi buku,daftar pustaka.
1.Kaidah
Penulisan Buku Pelajaran
Kaidah isi buku pelajaran mencakup :
(1). Cakupan isi sesuai dengan kurikulum yang berlaku, (2). Urutan sajiannya
sesuai dengan waktu yang ditentukan dalam kurikulum, (3). Tingkat kesulitan
sesuai dengan tahapan pembelajaran yang ditentukan di kurikulum. Sedangkan
kaidah/teknik penulisan seyogyanya; (1). Menggunakan bahasa Indonesia yang
baku, (2). Menggunakan kalimat efektif, (3). Menggunakan huruf yang standar,
(4). Dilengkapi contoh dan gambar yang memperjelas materi.
2.Kerangka Penulisan
a. Kerangka Penulisan Buku Pelajaran
adalah :
1)
Tujuan pembelajaran umum
2)
Tujuan pembelajaran khusus
3)
Judul/Sub judul
4)
Uraian singkat isi pokok bahasan
5)
Uraian pokok isi pelajaran
6)
Ringkasan, Rangkuman
7)
Latihan, tugas, soal
8)
Sumber buku
b. Pendahuluan
§ Kata Pengantar
§ Daftar Isi
§ Penjelasan tujuan buku pelajaran
§ Petunjuk Penggunaan Buku
§ Petunjuk Pengerjaan Soal
Bagian Isi
§ Judul bab atau topik isi bahasan
§ Uraian singkat isi pokok bahasan
§ Penjelasan tujuan bab
§ Uraian isi pelajaran
§ Penjelasan teori
§ Sajian Contoh
§ Ringkasan isi buku
§ Soal Latihan
§ Kunci jawaban, soal latihan
Bagian Penunjang
§ Daftar Pustaka
§ Lampiran-lampiran
3.Klasifikasi Buku
Berdasarkan isinya, buku
diklasifikasikan menjadi dua, yaitu buku fiksi dan buku nonfiksi. Berdasarkan
peruntukannya, buku diklasifikasikan menjadi buku umum dan buku sekolah.
Berdasarkan tujuannya, buku diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu buku ajar
dan buku pengayaan.Buku ajar adalah buku yang digunakan dalam proses kegiatan
belajar. Buku ajar dikenal pula dengan sebutan buku teks, buku materi, buku
paket, atau buku panduan belajar. Untuk menjadi penulis buku ajar, dapat
diawali dengan tahapan-tahapan berikut.
1.
Membaca dan menelaah Standar Kompetensi dan
Kompetensi Dasar (SKKD). SKKD adalah standar isi buku yang mengacu kepada
kurikulum yang sedang digunakan.
2.
Menyusun peta konsep. Peta konsep adalah
sistematika pendistribusian materi yang mengacu kepada SKKD, semacam daftar
isi.
3.
Mengumpulkan materi yang relevan dengan SKKD
untuk dijabarkan sesuai dengan peta konsep. Materi ini harus disesuaikan dengan
jenjang pendidikan, aktualitas, kemenarikan, kegunaan, dan eksklusivisme.
4.
Membaca buku ajar yang telah dinyatakan lolos
BSNP agar memperoleh inspirasi dan dapat membuat modifikasi.
5.
Memahami instrumen penilaian buku ajar yang
telah ditetapkan BSNP. Ini disebabkan setiap buku ajar harus dinilaikan ke BSNP
agar diperoleh standar isi yang sama.
6.
Mengembangkan materi sesuai dengan peta
konsep. Akan lebih baik jika diawali dari tingkat kebahasaan yang dikuasai.
7.
Merefleksikan koherensi materi dalam satu
bab/unit untuk ditemukan kekurangan,
8.
Minta pertimbangan pihak lain untuk memberi
kritikan atau input.
9.
Buku siap dicetak
Buku
pengayaan yaitu buku yang disusun untuk memperkaya dan memperkuat materi yang
telah disajikan dalam buku ajar. Buku pengayaan mempunyai banyak kelebihan
dibandingkan buku ajar, seperti tidak dibatasi usia kurikulum, mempunyai
cakupan materi lebih luas, masa edar lebih lama, dan tidak dibatasi waktu (deadline).
Untuk menulis buku pengayaan, seorang
penulis sebaiknya memahami langkah-langkah di bawah ini.
1.
Memahami dengan baik SKKD sesuai dengan
jenjang pendidikan.
2.
Mengidentifikasi komponen SKKD yang masih
memerlukan buku pengayaan.
3.
Menyusun mind set (semacam daftar isi).
4.
Mengumpulkan bahan.
5.
Mengembangkan bahan sesuai dengan yang telah
dibuat.
6.
Meminta pihak ketiga untuk memberi masukan
atau input.
7.
Buku siap dicetak.
4.Daftar
Pustaka
Akhadiah, Sabarti dkk. 2002. Pembinaan
Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta : Erlangga.
Departemen Pendidikan Nasional,
Direktorat Profesi 2006, Sosialisasi Sertifikasi Guru.
Departemen Pendidikan Nasional, 2004,
Penulisan Karya Ilmiah.
Departemen Pendidikan Nasional, 1993,
Keputusan Menteri Negara Pendayaan Aparatur Negara No. 84/1993 tentang Jabatan
Fungsional Guru.
Artikel Ke
Empat :Teknik Menyusun buku teks pelajaran
Menurut : Johan wahyudi
Di artikel ini beliau hanya
mejelaskan cara menyusun buku teks pelajaran:
Buku teks adalah buku yang dijadikan teks pelajaran.
Karena itu, buku teks sering disebut buku pegangan, buku ajar, dan atau buku
pelajaran. Artinya, buku teks adalah buku yang dikhususkan bagi pelajar. Jadi,
buku teks termasuk buku sekolah.
Meskipun saat ini pemerintah telah menyediakan Buku
Sekolah Elektronik (BSE), buku teks masih diperlukan. Mengapa? Banyak BSE yang
sulit diterapkan. Semua itu disebabkan banyak hal: kebahasaan terlalu sulit
dipahami, media yang sulit dipilih, dan kualitas cetakan yang teramat rendah.
Maka, ini adalah kesempatan bagi kita untuk menjadi penulis buku teks.
Menulis buku teks dapat diawali dengan mempelajari
Permendiknas Nomor 22 dan 23 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan Standar
Kompetensi Lulusan. Mengapa? Semua buku teks harus berisi materi yang telah
ditetapkan pemerintah selaku regulator. Jadi, setiap penulis harus menaati itu
agar naskah bukunya dapat diterbitkan.
Permendiknas Nomor 22 Tahun berisi Standar Isi.
Standar Isi (SI) itu berisi materi-materi umum yang masih perlu dijabarkan.
Materi umum itu disebut Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SKKD). Bagi
penulis buku teks, materi ini harus dikuasai dengan baik.
Jika sudah mempelajari SKKD itu, penulis dapat
melanjutkan dengan menyusun peta konsep. Mengapa? Karena SKKD itu masih
berbentuk gambaran umum. Jadi, penulis harus memilah bagian SKKD itu menjadi
bab-bab lain sehingga semua materi tercantum dalam bukunya. Jika Anda masih kebingungan,
silakan pergi ke took buku dan belilah sebuah buku teks. Anda akan menemukan
contoh buku yang berisi SKKD itu dan pelajarilah.
Setelah membuat peta konsep, Anda dapat melanjutkannya
dengan mencari bahan yang relevan. Anda dapat memanfaatkan internet, koran,
majalah, dan atau sumber-sumber lain. Namun, Anda harus mencantumkan sumber
tulisan itu pada bagian daftar pustaka. Jangan sampai Anda terlupakan!
Sumber-sumber itu perlu diubah kebahasaannya. Jika
buku itu digunakan usia SD, Anda harus menyesuaikan kebahasaan anak SD. Dan
seterusnya. Jangan menggunakan kebahasaan yang terlalu tinggi sehingga sulit
dipahami.
Langkah selanjutnya adalah melengkapi bagian akhir.
Buku teks harus dilengkapi dengan daftar pustaka, indeks subjek (nama orang),
indeks istilah, dan glosarium. Agar mudah menerapkannya, silakan Anda membeli
buku teks yang sudah melengkapi bagian seperti tersebut.
Langkah terakhir adalah menyunting naskah. Semua
naskah harus disunting agar tidak ditemukan kesalahan lagi. Menyunting adalah kegiatan
mereview isi dan kebahasaan naskah. Jadi, isi harus benar dan kebahasaan harus
tersesuaikan peruntukannya.
Beragam keuntungan dimiliki buku teks. Banyak sekali
keuntungannya. Namun, saya akan menuliskan keuntungan buku teks pada tulisan
berikutnya. Mohon maaf, saya terburu-buru masuk kerja. Saya hanya sekadar
mampir ke warnet. Tulisan ini dahulu, ya. Semoga bermanfaat. Amin. Terima
kasih.
Artikel Ke
Lima :Penulisan Buku Teks Pelajaran
Menurut : Litbang Kemendigbud
Buku teks pelajaran adalah
buku acuan wajib untuk digunakan di sekolah yang memuat materi pembelajaran
dalam rangka peningkatan keimanan dan ketakwaan, budi pekerti dan kepribadian,
kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kepekaan dan kemampuan
estetis, potensi fisik dan kesehatan yang disusun berdasarkan
Standar Nasional Pendidikan (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 11
Tahun 2005 Pasal 1). Buku pelajaran digunakan sebagai acuan
wajib oleh guru dan peserta didik dalam pembelajaran (Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional Nomor 11 Tahun 2005 Pasal 2). Kelayakan isi, bahasa,
penyajian, dan kegrafikaan buku teks pelajaran dinilai oleh BSNP dan ditetapkan
dengan ketetapan Menteri. (Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan, Pasal 43 Ayat 5).
Buku teks
pelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dinilai
kelayakanpakainya terlebih dahulu oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)
sebelum digunakan oleh pendidik dan/atau peserta didik sebagai sumber
belajar di satuan pendidikan. Kelayakan buku teks ditetapkan oleh Menteri.(Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional RINomor 2 Tahun
2008, Pasal 4 Ayat 1).
Buku
teks pelajaran MUATAN LOKAL pada pendidikan dasar dan menengah
dinilai kelayakan-pakainya terlebih dahulu oleh Dinas Pendidikan Provinsi
berdasarkan standar nasional pendidikan sebelum digunakan oleh pendidik
dan/atau peserta didik sebagai sumber belajar. Kelayakan pakai buku teks muatan
lokal ditetapkan oleh Gubernur. (Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional RI Nomor 2 Tahun
2008, Pasal 4 Ayat 2).
Tujuan
Penilaian Buku Teks Pelajaran
• Menyediakan buku
teks pelajaran layak-pakai untuk
meningkatkan mutu pendidikan nasional.
• Meningkatkan
mutu sumber daya perbukuan Indonesia.
• Melindungi
peserta didik dari buku-buku yang tidak berkualitas.
• Meningkatkan
minat dan kegemaran membaca.
Sasaran
• Buku
teks pelajaran yang diajukan oleh penulis atau penerbit
Kriteria
Mutu (Standar) Buku Teks Pelajaran
Kelayakan Isi/Materi
Kelayakan Penyajian
Kelayakan Bahasa
Kelayakan
Kegrafikaan
Tugas
PBAC analisis 5 artikel:
Anggota kelompok:
Aldio Yofanda
Dede Rohendi
Rauuf Widya .M
PENULISAN BUKU TEKS PELAJARAN
Buku teks pelajaran adalah buku acuan wajib untuk digunakan di sekolah yang memuat materi pembelajaran dalam rangka peningkatan keimanan dan ketakwaan, budi pekerti dan kepribadian, kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kepekaan dan kemampuan estetis, potensi fisik dan kesehatan yang disusun berdasarkan Standar Nasional Pendidikan (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 11 Tahun 2005 Pasal 1). Buku pelajaran digunakan sebagai acuan wajib oleh guru dan peserta didik dalam pembelajaran (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 11 Tahun 2005 Pasal 2). Kelayakan isi, bahasa, penyajian, dan kegrafikaan buku teks pelajaran dinilai oleh BSNP dan ditetapkan dengan ketetapan Menteri. (Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 43 Ayat 5).
Buku teks pelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan
menengah dinilai kelayakanpakainya terlebih dahulu oleh Badan Standar Nasional
Pendidikan (BSNP) sebelum digunakan oleh pendidik dan/atau peserta
didik sebagai sumber belajar di satuan pendidikan. Kelayakan buku teks
ditetapkan oleh Menteri.(Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional RINomor 2 Tahun 2008, Pasal 4
Ayat 1).
Buku teks pelajaran MUATAN LOKAL pada pendidikan
dasar dan menengah dinilai kelayakan-pakainya terlebih dahulu oleh Dinas
Pendidikan Provinsi berdasarkan standar nasional pendidikan sebelum digunakan
oleh pendidik dan/atau peserta didik sebagai sumber belajar. Kelayakan pakai
buku teks muatan lokal ditetapkan oleh Gubernur. (Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 2 Tahun
2008, Pasal 4 Ayat 2).
Dalam
menulis buku pelajaran, guru diperbolehkan menulis buku mata pelajaran yang
dikuasai, tidak harus sesuai dengan disiplin ilmu yang diampu di sekolah yang
bersangkutan. Tidak setiap guru akan mampu menulis buku semua mata pelajaran.
Oleh karena itu dipilihlah materi pelajaran yang benar-benar dikuasai, akan
lebih baik kalau sesuai dengan mata pelajaran yang diampu di sekolah. Apabila
menulis buku pelajaran yang sesuai dengan kemampuan, dan bidang mata pelajaran
yang diampunya, akan lebih mudah dalam penulisannya, disamping isinya juga akan
lebih berbobot.
Buku ajar
adalah buku yang digunakan dalam proses kegiatan belajar. Buku ajar dikenal
pula dengan sebutan buku teks, buku materi, buku paket, atau buku panduan
belajar. Untuk menjadi penulis buku ajar, dapat diawali dengan tahapan-tahapan
berikut.
1.
Membaca dan
menelaah Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SKKD). SKKD adalah standar
isi buku yang mengacu kepada kurikulum yang sedang digunakan.
2.
Menyusun
peta konsep. Peta konsep adalah sistematika pendistribusian materi yang mengacu
kepada SKKD, semacam daftar isi.
3.
Mengumpulkan
materi yang relevan dengan SKKD untuk dijabarkan sesuai dengan peta konsep.
Materi ini harus disesuaikan dengan jenjang pendidikan, aktualitas,
kemenarikan, kegunaan, dan eksklusivisme.
4.
Membaca buku
ajar yang telah dinyatakan lolos BSNP agar memperoleh inspirasi dan dapat
membuat modifikasi.
5.
Memahami
instrumen penilaian buku ajar yang telah ditetapkan BSNP. Ini disebabkan setiap
buku ajar harus dinilaikan ke BSNP agar diperoleh standar isi yang sama.
6.
Mengembangkan
materi sesuai dengan peta konsep. Akan lebih baik jika diawali dari tingkat
kebahasaan yang dikuasai.
7.
Merefleksikan
koherensi materi dalam satu bab/unit untuk ditemukan kekurangan,
8.
Minta
pertimbangan pihak lain untuk memberi kritikan atau input.
9.
Buku siap
dicetak
A.BAGIAN-BAGIAN
DARI BUKU TEKS PELAJARAN
Umumnya
buku terdiri dari tiga bagian yang mencakup :
Bagian awal
yang berisi :
1. Halaman cover, bersisi tentang
judul, pengarang, gambar sampul , nama departemen, tahun terbit.
2. Halaman judul , berisi judul,
pengarang/penulis, gambar sampul, tahun terbit, nama depertemen
3. Daftar isi, yang membuat, judul bab,
sub bab, dan nomor halaman
4. Daftar lain seperti : daftar gambar,
daftar table, daftar lampiran.
Bagian isi:
Bagian ini berisi bab-bab, dan setiap bab terdiri sub
bab-sub bab dan pokok pokok bahasan yang menjadi inti naskah buku dan memuat
uraian penjelasan, proses operasional atau langkah kerja dari setiap bab maupun
sub bab. Dengan demikian paragraf merupakan unit terkecil suatu pokok bahasan.
Paragraf tersebut harus saling mendukung dan merupakan suatu kesatuan yang
koheren. Apabila diperlukan penjelasan dan uaraian dari masing-masing bab
dilengkapi dengan table, bagan, gambar dan ilustrasi lain. pada baigian isi
buku dikelompokkan menjadi beberapa bab, dalam setiap bab disamping berisi
informasi umumnya diakhiri dengan rangkuman dan latihan soal.
Bagian akhir
Pada bagian
akhir dari suatu buku biasanya berisi antara lain :
Pada bagian
akhir dari suatu buku biasanya berisi antara lain :
1. lampiran, bila lampiran lebih dari
satu lembar harus diberi nomor urut arab
2. Glosarium (jika ada), kata/istilah
yang berhubungan dengan uraian diktat sehingga memudahkan pemahaman pembanca
3. Kepustakaan, ada beberapa cara menulkiskan
kepustakaan, namum namum demi keseragaman dipilih satu dari sekian cara
tersebut, sengan ketentuan sebagai berikut :
- Hendaknya digunakan buku acuan yang relevan dengan bahan kajian yang akan ditulis, tidak ketinggagalan perkembangan teknologi dan sesuai dengan disiplin ilmu
- kepustakaan disusun dengan urutan abjad, urutannya sebagai berikut :
v
Mulyasan,E,
2003, Kurikulum Berbasis Kompetensi, Pt Remaja Rosda Karya, Bandung
4. Indeks : pencantuman indeks
dimaksudkan sebagai petunjuk untuk mengetahui dengan mudah uraian suatu teori,
atau fakta yang terdapat pada halaman tertentu, penulisan indeks dengan
pengaturan sbb :
5.
entri disusun menurut abjad dan tidak bernomor urut
6.
entri diawali dengan huruf kecil
, kecuali berupa nama
7.entri diikuti dengan tanda koma dan
nomor halaman tempat entri.
B.Kaidah Penulisan Buku
Pelajaran
Kaidah isi
buku pelajaran mencakup : (1). Cakupan isi sesuai dengan kurikulum yang
berlaku, (2). Urutan sajiannya sesuai dengan waktu yang ditentukan dalam kurikulum,
(3). Tingkat kesulitan sesuai dengan tahapan pembelajaran yang ditentukan di
kurikulum. Sedangkan kaidah/teknik penulisan seyogyanya; (1). Menggunakan
bahasa Indonesia yang baku, (2). Menggunakan kalimat efektif, (3). Menggunakan
huruf yang standar, (4). Dilengkapi contoh dan gambar yang memperjelas materi.
C. Kerangka Penulisan
a. Kerangka
Penulisan Buku Pelajaran adalah :
1. Tujuan pembelajaran umum
2. Tujuan pembelajaran khusus
3. Judul/Sub judul
4. Uraian singkat isi pokok bahasan
5. Uraian pokok isi pelajaran
6. Ringkasan, Rangkuman
7. Latihan, tugas, soal
8. Sumber buku
b.
Pendahuluan
- Kata Pengantar
- Daftar Isi
- Penjelasan tujuan buku pelajaran
- Petunjuk Penggunaan Buku
- Petunjuk Pengerjaan Soal
c. Bagian
Isi
§ Judul bab atau topik isi bahasan
§ Uraian singkat isi pokok bahasan
§ Penjelasan tujuan bab
§ Uraian isi pelajaran
§ Penjelasan teori
§ Sajian Contoh
§ Ringkasan isi buku
§ Soal Latihan
§ Kunci jawaban, soal latihan
d.Bagian
Penunjang
§ Daftar Pustaka
§ Lampiran-lampiran
Kelompok
kami menyimpulkan dari ke lima(5) artikel hasil referensi yang sudah kami dapat,hal
hal atau teknik dalam penuisan buku ialah sebagai berikut:
persyaratan
yang berkaitan dengan isi
- Relevan dengan tujuan dan sesuai dengan kemampuan yang akan dicapai
- Isi di buat sesuai dengan hal yang bersangkutan
- Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
- Sesuai standar isi dan standar kompetensi
- Isi dan bahan mengacu pengembangan konsep, prinsip, teori
- Tidak mengandung muatan politis maupun hal yang berbau sara
Persyaratan
penyajian
- Menarik minat dan perhatian sasaran pembaca
- Menantang dan merangsang untuk dibaca dan dipelajari
- Mengacu pada aspek koginitif, afektif dan psikomotor
- Penyajian yang menggunakan bahasan ilmiah dan formal
Persyaratan
yang berkaitan dengan bahasa
- Menggunakan bahasa Indonesia yang benar
- Menggunakan kalimat yang sesuai dengan kematangan dan perkembangan sasaran pembaca
- Menggunakan istilah, kosakata, indeks, symbol yang mempermudah pemahaman
- Menggunakan kata kata terjemahan yang dibakukan
Persyaratan
yang berkaitan dengan Ilustrasi
- Relevan degan konsep, prinsip yang disajikan.
- Tidak mengunakan kesinambungan antar kalimat. Antar bagian dan antar paragraph.
- Merupakan bagian terpadu dari bahan ajar
- Jelas, baik dan merupakan hal-hal esensial yang membantu memperjelas materi
- Di seretai gambar ,tabel dan grafik sesuai sasaran teks buku tersebut
Klasifikasi Buku
Yang perlu di ingat dari penulisan buku ialah Berdasarkan
isinya, buku diklasifikasikan menjadi dua, yaitu buku fiksi dan buku nonfiksi.
Berdasarkan peruntukannya, buku diklasifikasikan menjadi buku umum dan buku
sekolah. Berdasarkan tujuannya, buku diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu
buku ajar dan buku pengayaan.
Sumber:
http://media.kompasiana.com/buku/2011/01/11/teknik-menyusun-buku-teks/
http://litbang.kemdikbud.go.id/detail.php?id=28
http://litbang.kemdikbud.go.id/detail.php?id=28
Diposting oleh
blog debar

PENDAHULUAN Latar Belakang Secara sederhana inovasi di maknai dengan pembaruan atau perubahan dengan di tandai oleh adanya hal yang baru....



0 komentar:
Posting Komentar