Artikel Pertama :Menulis Buku Teks
Menurut             :Sawali
Dia lebih ke buku pendekatan pembelajaran Bahasa Indonesia.Menurut beliau hal mendasar dalam pengembangan dan penyajian materi bahasa dan sastra Indonesia.
1. Ciri Pembelajaran Komunikatif
a.       Pembelajaran mengarahkan siswa untuk menguasai bahasa dalam kontekskomunikasi. Dengan demikian, pembelajaran Bahasa Indonesia mengarah pada kegiatan komunikasi nyata dan penugasan yang bermakna serta penggunaan bahasa yang bermakna bagi siswa.
b.      Pembelajaran mencerminkan kebutuhan siswa, yakni keterampilan menggunakan bahasa secara bermakna, yang bersifat humanis, yakni menempatkan siswa pada posisi aktif.Pengembangan kompetensi komunikatif mencakup kemampuan siswa untuk menafsirkan bentuk-bentuk linguistik, baik bentuk yang eksplisit maupun implisit.

2. Prinsip Pengembangan Kemampuan Komunikasi dalam Buku Pelajaran Bahasa Indonesia
a. Prinsip Kebermaknaan: disesuaikan dengan kebutuhan 
siswa, bertumpu pada pemenuhan dorongan bagi siswa untuk mengungkapkan ide, pikiran, gagasaan, perasaan, dan informasi kepada orang lain, baik secara lisan maupun tertulis.
b. Prinsip Keotentikan bahan dan materi 
pelatihan berbahasa: dipilih teks/wacana tulis/lisan yang banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk: mengembangkan kemahiran fungsi berbahasanya, menekankan fungsi komunikatif bahasa, memenuhi kebutuhan berbahasa siswa. Bahan berisi petunjuk/pelatihan/tugas yang memanfaatkan media cetak atau elektronik seoptimal mungkin; didasarkan atas hasil analisis kebutuhan berbahasa siswa; sedapat mungkin bersifat otentik; mengandung pemakaian unsur bahasa yang bersifat selektif dan fungsional; serta mendukung terbentuknya performansi komunikatif siswa yang andal.
c. Prinsip Keterpaduan materi. 
d. Prinsip Keberfungsian dalam pemilihan metode dan teknik 
pembelajaran
e. Prinsip Performansi Komunikatif, berupa kegiatan berbahasa, mengamati, berlatih, dan lain-lain.
f. Prinsip Kebertautan (kontekstual) berkaitan dengan pemanfaatan 
media dan sumber belajar.
g. Prinsip Penilaian yang menuntut sistem penilaian yang (a) mengukur kemahiran berbahasa secara menyeluruh dan terpadu, (b) mendorong 
siswa agar aktif berlatih berbahasa Indonesia secara tulis/lisan, baik produktif maupun reseptif, serta (c) mengarahkan kemampuan siswa dalam menghasilkan wacanalisan maupun tulisan.
B. STANDAR BUKU PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
1. Aspek-Aspek 
Buku Pelajaran Yang Dinilai
a. materi
b. penyajian
c. 
bahasa dan keterbacaan
d. grafika
Keempat aspek ini saling berkait satu sama lain.
1.1 Aspek Isi atau Materi Pelajaran
• Aspek ini merupakan bahan 
pembelajaran yang disajikan di dalam bukupelajaran. 
• Kriteria materi harus spesifik, jelas, akurat, dan mutakhir dari segi penerbitan.
 
Informasi yang disajikan tidak mengandung makna yang bias. 
• Kosakata, struktur kalimat, panjang paragraf, dan tingkat kemenarikan sesuai dengan minat dan kognisi 
siswa.
• Rujukan yang digunakan, dicantumkan sumbernya.
• Ilustrasi harus sesuai dengan teks.
• Peta, tabel, dan grafik harus sesuai dengan teks, harus akurat, dan sederhana.
• Perincian materi harus sesuai dengan 
kurikulum.
• Perincian materi harus memperhatikan keseimbangan dalam penyebaran materi, baik yang berkenaan dengan pengembangan makna dan pemahaman, pemecahan masalah, pengembangan proses, latihan dan praktik, tes keterampilan maupun pemahaman.
1.2 Aspek Penyajian Materi
Aspek ini merupakan aspek tersendiri yang harus diperhatikan dalam 
bukupelajaran. Berkenaan dengan penyajian: 
• tujuan 
pembelajaran, 
• keteraturan urutan dalam penguraian, 
• kemenarikan minat dan perhatian 
siswa, 
• kemudahan dipahami, 
• keaktifan 
siswa, 
• hubungan bahan, serta
• latihan dan soal.
1.3 Aspek Bahasa dan Keterbacaan
Aspek 
bahasa merupakan sarana penyampaian dan penyajian bahan, seperti kosakata, kalimat, paragraph, dan wacana.
Aspek keterbacaan berkaitan dengan tingkat kemudahan 
bahasa (kosakata, kalimat, paragraph, dan wacana) bagi kelompok atau tingkatan siswa. Ada tiga ide utama yang terkait dengan keterbacaan, yakni:
1. Kemudahan membaca (berhubungan dengan bentuk tulisan atau tipografi, ukuran huruf, dan lebar spasi) yang berkaitan dengan aspek grafika;
2. Kemenarikan (berhubungan dengan minat pembaca, kepadatan ide bacaan, dan penilaian keindahan gaya tulisan) yang berkaitan dengan aspek penyajian materi;
3. Kesesuaian (berhubungan dengan kata dan kalimat, panjang-pendek, frekuensi, bangun kalimat, dan susunan paragraf) yang berkaitan dengan 
bahasa dan keterbacaan.
Artikel Kedua :Pembuatan Buku Teks Pelajaran
Menurut         : Aguswuryanto
Di sini dia menjelaskan prinsip-prinsip buku teks pelajaran,ketentuan pembuatan buku teks pelajaran,bagian-bagian dari buku teks pelajaran,sistematika penulisan buku teks pelajaran
Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyusunan buku antara lain :

prinsip relevansi, konsistensi dan kecukupan
1.Prinsip relevansi artinya keterkaitan, materi yang ditulis hendaknya relevan dengan pencapaian standar kompetensi yang ingin dicapai
2Prinsip konsistensi artinya keajegan, jika kompetensi dasar yang harus dikuasai empat macam maka bahasan yang ada pada buku juga harus meliputi empat macam.
3Prinsip kecukupan artinya materi yang diajarkan hendaknya mencukupi dalam membantu peserta diklat mengusai kompetensi yang akan diajarkan, materi tidak boleh terlalu sedikit dan tidak boleh terlalu banyak, jika terlalu sedikit akan kurang membantu mencapai kompetensi standar sebaliknya jika terlalu banyak akan membuang buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya
Ketentuan pembatan buku teks pelajaran antara lain:
persyaratan yang berkaitan dengan isi
  1. Memuat sekurang kurangya materi minimal yang harus dikuasai peserta didik/diklat
  2. Relevan dengan tujuan dan sesuai dengan kemampuan yang akan dicapai
  3. Sesuai dengan ilmu pengetahuan yang bersangkutan
  4. Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
  5. Sesuai dengan jenjang dan sasararan
  6. Isi dan bahan mengacu pengembangan konsep, prinsip, teori
  7. Tidak mengandung muatan politis maupun hal yang berbau sara
 Persyaratan  penyajian
  1. Uraian teratur sesuai dengan urutan setiap bab
  2. Ualing memperkuat dengan bahan lain dan kontekstual
  3. Menarik minat dan perhatian sasaran pembaca
  4. Menantang dan merangsang untuk dibaca dan dipelajari
  5. Mengacu pada aspek koginitif, afektif dan psikomotor
  6. Penyajian yang menggunakan bahasan ilmiah dan formal
Persyaratan yang berkaitan dengan bahasa
  1. Menggunakan bahasa Indonesia yang benar
  2. Menggunakan kalimat yang sesuai dengan kematangan dan perkembangan  sasaran pembaca
  3. Menggunakan istilah, kosakata, indeks, symbol yang mempermudah pemahaman
  4. Menggunakan kata kata terjemahan yang dibakukan
 Persyaratan yang berkaitan dengan Ilustrasi
  1. Relevan degan konsep, prinsip yang disajikan.
  2. Tidak mengunakan kesinambungan antar kalimat. Antar bagian dan antar paragraph.
  3. Merupakan bagian terpadu dari bahan ajar
  4. Jelas, baik dan merupakan hal-hal esensial yang membantu memperjelas materi
Bagian-bagian dari buku teks pelajaran:
Bagian awal yang berisi :
  1. Halaman cover, bersisi tentang judul, pengarang, gambar sampul , nama departemen, tahun terbit.
  2. Halaman judul , berisi judul, pengarang/penulis, gambar sampul,  tahun terbit, nama depertemen
  3. Daftar isi, yang membuat, judul bab, sub bab, dan nomor halaman
  4. Daftar lain seperti : daftar gambar, daftar table, daftar lampiran.
Bagian isi
Bagian ini berisi bab-bab, dan setiap bab terdiri sub bab-sub bab dan pokok pokok bahasan yang menjadi inti naskah buku dan memuat uraian penjelasan, proses operasional atau langkah kerja dari setiap bab maupun sub bab. Dengan demikian paragraf merupakan unit terkecil suatu pokok bahasan. Paragraf tersebut harus saling mendukung dan merupakan suatu kesatuan yang koheren. Apabila diperlukan penjelasan dan uaraian dari masing-masing bab dilengkapi dengan table, bagan, gambar dan ilustrasi lain. pada baigian isi buku dikelompokkan menjadi beberapa bab, dalam setiap bab disamping berisi informasi umumnya diakhiri dengan rangkuman dan latihan soal.
Bagian akhir
Pada bagian akhir dari suatu buku biasanya berisi antara lain :
  1. lampiran, bila lampiran lebih dari satu lembar harus diberi nomor urut arab
  2. Glosarium (jika ada), kata/istilah yang berhubungan dengan uraian diktat sehingga memudahkan pemahaman pembanca
  3. Kepustakaan, ada beberapa cara menulkiskan kepustakaan, namum namum demi keseragaman dipilih satu dari sekian cara tersebut, dengan ketentuan sebagai berikut :
    1. Hendaknya digunakan buku acuan yang relevan dengan bahan kajian yang akan ditulis, tidak ketinggagalan perkembangan teknologi dan sesuai dengan disiplin ilmu
    2. kepustakaan disusun dengan urutan  abjad:
      
Mulyasan,E, 2003, Kurikulum Berbasis Kompetensi, Pt Remaja Rosda Karya, Bandung
Sistematika penulisan buku teks pelajaran

1.PENGGUNANAN BAHASA INDONESIA DALAM PENULISAN BUKU TEKS PELAJARAN
Penulisan buku teks pelajaran hendaknya menggunakan bahasa jelas, tepat formal dan lugas. Kejelasan dan ketepatan isi dapat diwujudkan dengan menggunakan kata dan istilah yang jelas`dan tepat, kalimat yang tidak berbelit belit dan struktur alinea yang runtut,kelugasan dan keformalan gaya bahasa digunakakan dengan menggunakan kalimat fasif, hindarilah pengunaan kata kata sepeti saya kami,  kemudian tuliskan kegiatan yang dilakukan penulis, seperti penulis atau peneliti tapi inipun hindari sesedikit mungkin.dalam menggunakan bahasa Indonesia baku hendaknya memperhatikan :
8.1 Kaidah  Bahasa Indonesia yang digunakan adalah ejaan yang   disempunakan (EYD)
8.2 Penerapan kaidah Ejaan
8.3 Pemakaian tanda baca
2.PENGETIKAN NASKAH BUKU TEKS PELAJARAN
Dalam pengetikan naskah diktat ada beberapa hal yang harus diperhatikan
Kertas yang digunakan adalah kertas jenis HVS putih, ukuran kuarto atau polio tergantung selera tetapi umunya ukuran kuarti, mbidang pengetikan pun berjaeak  4 cm dari tepi kiri, dan 3 cm tepi atas, tepi kanan dan tepi bawah, sebuah alinea tidak dimulai pada bagian halaman yang hanya memuat kurang dari tiga baris.
Diktat ditulis dengan computer yang baku baik jenis huruf maupun ukuran hurufnya, pengetikan dengan menggunakan rata kanan dan tidak boleh mengorbankan aturan spasi atarkata dalam teks. pelajaran
Awal alinea diketik npada ketukan keenam dari batas kiri bidang pengetikan . sesudah tand baca titik, titik dua, titik koma, dan koma hendaknya diberi satu ketikan kosong. Istilah tertentu yang belum lazim ditulis digaris bawahi atau ditulis dengan huruf miring. Dalam pengetikan juga harus diperhatkan antara lain :
8.1.           Jenis dan ukuran huruf
8.2.           modus huruf
8.3.           spasi
8.4.           tablel dan gambar
3.ILUSTRASI DAN PERWAJAHAN
Buku  teks walaupun dibuat oleh seorang guru, maupun widyaiswara yang pada jaman komputer belum banyak dipergunakan ilustrasi dibuat dengan gambar maupun foto dilakukan oleh tenaga ahli tertentu yang biasa desebut ilustrator, tetapi setelah komputer banyak digunakan, karena fasilitas untuk pemakaian ilustrasi ada pada komputer , ilustrasi bisa ditulis dan diatur sendiri, karena pengeditan dan perancangan wajah sudah ada fasilitasnya dalam hal ilisutrasi seorang penulis buku teks haris memperhatikan masalah masalah :
10.1 Format buku teks  pelajaran agar enak dibaca
10.2 Tata letak untuk mempermudah pemahaman isi buku dan mendapatkan kenyamanan membaca.
10.3 Tipografi yang menyangkut nama dan jenis huruf, panjang baris, ukuran huruf
10.4 ilustrasi agar sajian visual yang tidak mungkin disampaikan dengan kata dapat disajikan dengan gambar, ilustrasi sangat menarik jika berupa foto foto yang berwarna.

Artikel Ketiga :Pedoman Penulisan Buku
Menurut         : Rastrapermana
Di sini dia menjelaskan kaidah penulisan buku teks pelajaran,kerangka penulisan,klasifikasi buku,daftar pustaka.
1.Kaidah Penulisan Buku Pelajaran
Kaidah isi buku pelajaran mencakup : (1). Cakupan isi sesuai dengan kurikulum yang berlaku, (2). Urutan sajiannya sesuai dengan waktu yang ditentukan dalam kurikulum, (3). Tingkat kesulitan sesuai dengan tahapan pembelajaran yang ditentukan di kurikulum. Sedangkan kaidah/teknik penulisan seyogyanya; (1). Menggunakan bahasa Indonesia yang baku, (2). Menggunakan kalimat efektif, (3). Menggunakan huruf yang standar, (4). Dilengkapi contoh dan gambar yang memperjelas materi.
2.Kerangka Penulisan
a. Kerangka Penulisan Buku Pelajaran adalah :
1)        Tujuan pembelajaran umum
2)        Tujuan pembelajaran khusus
3)        Judul/Sub judul
4)        Uraian singkat isi pokok bahasan
5)        Uraian pokok isi pelajaran
6)        Ringkasan, Rangkuman
7)        Latihan, tugas, soal
8)        Sumber buku
b. Pendahuluan
§  Kata Pengantar
§  Daftar Isi
§  Penjelasan tujuan buku pelajaran
§  Petunjuk Penggunaan Buku
§  Petunjuk Pengerjaan Soal
Bagian Isi
§  Judul bab atau topik isi bahasan
§  Uraian singkat isi pokok bahasan
§  Penjelasan tujuan bab
§  Uraian isi pelajaran
§  Penjelasan teori
§  Sajian Contoh
§  Ringkasan isi buku
§  Soal Latihan
§  Kunci jawaban, soal latihan
Bagian Penunjang
§  Daftar Pustaka
§  Lampiran-lampiran
3.Klasifikasi Buku
Berdasarkan isinya, buku diklasifikasikan menjadi dua, yaitu buku fiksi dan buku nonfiksi. Berdasarkan peruntukannya, buku diklasifikasikan menjadi buku umum dan buku sekolah. Berdasarkan tujuannya, buku diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu buku ajar dan buku pengayaan.Buku ajar adalah buku yang digunakan dalam proses kegiatan belajar. Buku ajar dikenal pula dengan sebutan buku teks, buku materi, buku paket, atau buku panduan belajar. Untuk menjadi penulis buku ajar, dapat diawali dengan tahapan-tahapan berikut.
1.      Membaca dan menelaah Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SKKD). SKKD adalah standar isi buku yang mengacu kepada kurikulum yang sedang digunakan.
2.      Menyusun peta konsep. Peta konsep adalah sistematika pendistribusian materi yang mengacu kepada SKKD, semacam daftar isi.
3.      Mengumpulkan materi yang relevan dengan SKKD untuk dijabarkan sesuai dengan peta konsep. Materi ini harus disesuaikan dengan jenjang pendidikan, aktualitas, kemenarikan, kegunaan, dan eksklusivisme.
4.      Membaca buku ajar yang telah dinyatakan lolos BSNP agar memperoleh inspirasi dan dapat membuat modifikasi.
5.      Memahami instrumen penilaian buku ajar yang telah ditetapkan BSNP. Ini disebabkan setiap buku ajar harus dinilaikan ke BSNP agar diperoleh standar isi yang sama.
6.      Mengembangkan materi sesuai dengan peta konsep. Akan lebih baik jika diawali dari tingkat kebahasaan yang dikuasai.
7.      Merefleksikan koherensi materi dalam satu bab/unit untuk ditemukan kekurangan,
8.      Minta pertimbangan pihak lain untuk memberi kritikan atau input.
9.      Buku siap dicetak
Buku pengayaan yaitu buku yang disusun untuk memperkaya dan memperkuat materi yang telah disajikan dalam buku ajar. Buku pengayaan mempunyai banyak kelebihan dibandingkan buku ajar, seperti tidak dibatasi usia kurikulum, mempunyai cakupan materi lebih luas, masa edar lebih lama, dan tidak dibatasi waktu (deadline).
Untuk menulis buku pengayaan, seorang penulis sebaiknya memahami langkah-langkah di bawah ini.
1.      Memahami dengan baik SKKD sesuai dengan jenjang pendidikan.
2.      Mengidentifikasi komponen SKKD yang masih memerlukan buku pengayaan.
3.      Menyusun mind set (semacam daftar isi).
4.      Mengumpulkan bahan.
5.      Mengembangkan bahan sesuai dengan yang telah dibuat.
6.      Meminta pihak ketiga untuk memberi masukan atau input.
7.      Buku siap dicetak.
4.Daftar Pustaka
Akhadiah, Sabarti dkk. 2002. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta : Erlangga.
Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Profesi 2006, Sosialisasi Sertifikasi Guru.
Departemen Pendidikan Nasional, 2004, Penulisan Karya Ilmiah.
Departemen Pendidikan Nasional, 1993, Keputusan Menteri Negara Pendayaan Aparatur Negara No. 84/1993 tentang Jabatan Fungsional Guru.
Artikel Ke Empat :Teknik Menyusun buku teks pelajaran
 Menurut               : Johan wahyudi
Di artikel ini beliau hanya mejelaskan cara menyusun buku teks pelajaran:
Buku teks adalah buku yang dijadikan teks pelajaran. Karena itu, buku teks sering disebut buku pegangan, buku ajar, dan atau buku pelajaran. Artinya, buku teks adalah buku yang dikhususkan bagi pelajar. Jadi, buku teks termasuk buku sekolah.
Meskipun saat ini pemerintah telah menyediakan Buku Sekolah Elektronik (BSE), buku teks masih diperlukan. Mengapa? Banyak BSE yang sulit diterapkan. Semua itu disebabkan banyak hal: kebahasaan terlalu sulit dipahami, media yang sulit dipilih, dan kualitas cetakan yang teramat rendah. Maka, ini adalah kesempatan bagi kita untuk menjadi penulis buku teks.
Menulis buku teks dapat diawali dengan mempelajari Permendiknas Nomor 22 dan 23 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan. Mengapa? Semua buku teks harus berisi materi yang telah ditetapkan pemerintah selaku regulator. Jadi, setiap penulis harus menaati itu agar naskah bukunya dapat diterbitkan.
Permendiknas Nomor 22 Tahun berisi Standar Isi. Standar Isi (SI) itu berisi materi-materi umum yang masih perlu dijabarkan. Materi umum itu disebut Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SKKD). Bagi penulis buku teks, materi ini harus dikuasai dengan baik.
Jika sudah mempelajari SKKD itu, penulis dapat melanjutkan dengan menyusun peta konsep. Mengapa? Karena SKKD itu masih berbentuk gambaran umum. Jadi, penulis harus memilah bagian SKKD itu menjadi bab-bab lain sehingga semua materi tercantum dalam bukunya. Jika Anda masih kebingungan, silakan pergi ke took buku dan belilah sebuah buku teks. Anda akan menemukan contoh buku yang berisi SKKD itu dan pelajarilah.
Setelah membuat peta konsep, Anda dapat melanjutkannya dengan mencari bahan yang relevan. Anda dapat memanfaatkan internet, koran, majalah, dan atau sumber-sumber lain. Namun, Anda harus mencantumkan sumber tulisan itu pada bagian daftar pustaka. Jangan sampai Anda terlupakan!
Sumber-sumber itu perlu diubah kebahasaannya. Jika buku itu digunakan usia SD, Anda harus menyesuaikan kebahasaan anak SD. Dan seterusnya. Jangan menggunakan kebahasaan yang terlalu tinggi sehingga sulit dipahami.
Langkah selanjutnya adalah melengkapi bagian akhir. Buku teks harus dilengkapi dengan daftar pustaka, indeks subjek (nama orang), indeks istilah, dan glosarium. Agar mudah menerapkannya, silakan Anda membeli buku teks yang sudah melengkapi bagian seperti tersebut.
Langkah terakhir adalah menyunting naskah. Semua naskah harus disunting agar tidak ditemukan kesalahan lagi. Menyunting adalah kegiatan mereview isi dan kebahasaan naskah. Jadi, isi harus benar dan kebahasaan harus tersesuaikan peruntukannya.
Beragam keuntungan dimiliki buku teks. Banyak sekali keuntungannya. Namun, saya akan menuliskan keuntungan buku teks pada tulisan berikutnya. Mohon maaf, saya terburu-buru masuk kerja. Saya hanya sekadar mampir ke warnet. Tulisan ini dahulu, ya. Semoga bermanfaat. Amin. Terima kasih.
Artikel Ke Lima   :Penulisan Buku Teks Pelajaran
 Menurut               : Litbang Kemendigbud
Buku teks pelajaran adalah buku acuan wajib untuk digunakan di sekolah yang memuat materi pembelajaran dalam rangka peningkatan keimanan dan ketakwaan, budi pekerti dan kepribadian, kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kepekaan dan kemampuan estetis, potensi fisik  dan kesehatan yang disusun berdasarkan Standar Nasional Pendidikan (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 11 Tahun 2005 Pasal 1).  Buku pelajaran digunakan sebagai acuan wajib oleh guru dan peserta didik dalam pembelajaran (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 11 Tahun 2005 Pasal 2). Kelayakan isi, bahasa, penyajian, dan kegrafikaan buku teks pelajaran dinilai oleh BSNP dan ditetapkan dengan ketetapan Menteri. (Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 43 Ayat 5).
Buku teks pelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dinilai kelayakanpakainya terlebih dahulu oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sebelum digunakan oleh pendidik dan/atau peserta didik sebagai sumber belajar di satuan pendidikan. Kelayakan buku teks ditetapkan oleh Menteri.(Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RINomor 2 Tahun 2008,  Pasal  4 Ayat 1).
Buku teks pelajaran MUATAN LOKAL pada pendidikan dasar dan menengah dinilai kelayakan-pakainya terlebih dahulu oleh Dinas Pendidikan Provinsi berdasarkan standar nasional pendidikan sebelum digunakan oleh pendidik dan/atau peserta didik sebagai sumber belajar. Kelayakan pakai buku teks muatan lokal ditetapkan oleh Gubernur.  (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 2 Tahun 2008,  Pasal  4 Ayat 2). 
      Tujuan Penilaian Buku Teks Pelajaran
•       Menyediakan buku teks pelajaran layak-pakai untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.
•       Meningkatkan mutu sumber daya perbukuan Indonesia.
•       Melindungi peserta didik dari buku-buku yang tidak berkualitas.
•       Meningkatkan minat dan kegemaran membaca.

      Sasaran
•       Buku teks pelajaran yang diajukan oleh penulis atau penerbit
     
      Kriteria Mutu (Standar) Buku Teks Pelajaran
Kelayakan Isi/Materi
Kelayakan Penyajian
Kelayakan Bahasa
Kelayakan Kegrafikaan


Tugas PBAC analisis 5 artikel:

Anggota kelompok:
Aldio Yofanda
Dede Rohendi
Rauuf Widya .M

PENULISAN BUKU TEKS PELAJARAN

            Buku teks pelajaran adalah buku acuan wajib untuk digunakan di sekolah yang memuat materi pembelajaran dalam rangka peningkatan keimanan dan ketakwaan, budi pekerti dan kepribadian, kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kepekaan dan kemampuan estetis, potensi fisik  dan kesehatan yang disusun berdasarkan Standar Nasional Pendidikan (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 11 Tahun 2005 Pasal 1).  Buku pelajaran digunakan sebagai acuan wajib oleh guru dan peserta didik dalam pembelajaran (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 11 Tahun 2005 Pasal 2). Kelayakan isi, bahasa, penyajian, dan kegrafikaan buku teks pelajaran dinilai oleh BSNP dan ditetapkan dengan ketetapan Menteri. (Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 43 Ayat 5).
Buku teks pelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dinilai kelayakanpakainya terlebih dahulu oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sebelum digunakan oleh pendidik dan/atau peserta didik sebagai sumber belajar di satuan pendidikan. Kelayakan buku teks ditetapkan oleh Menteri.(Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RINomor 2 Tahun 2008,  Pasal  4 Ayat 1).
Buku teks pelajaran MUATAN LOKAL pada pendidikan dasar dan menengah dinilai kelayakan-pakainya terlebih dahulu oleh Dinas Pendidikan Provinsi berdasarkan standar nasional pendidikan sebelum digunakan oleh pendidik dan/atau peserta didik sebagai sumber belajar. Kelayakan pakai buku teks muatan lokal ditetapkan oleh Gubernur.  (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 2 Tahun 2008,  Pasal  4 Ayat 2). 
Dalam menulis buku pelajaran, guru diperbolehkan menulis buku mata pelajaran yang dikuasai, tidak harus sesuai dengan disiplin ilmu yang diampu di sekolah yang bersangkutan. Tidak setiap guru akan mampu menulis buku semua mata pelajaran. Oleh karena itu dipilihlah materi pelajaran yang benar-benar dikuasai, akan lebih baik kalau sesuai dengan mata pelajaran yang diampu di sekolah. Apabila menulis buku pelajaran yang sesuai dengan kemampuan, dan bidang mata pelajaran yang diampunya, akan lebih mudah dalam penulisannya, disamping isinya juga akan lebih berbobot.
Buku ajar adalah buku yang digunakan dalam proses kegiatan belajar. Buku ajar dikenal pula dengan sebutan buku teks, buku materi, buku paket, atau buku panduan belajar. Untuk menjadi penulis buku ajar, dapat diawali dengan tahapan-tahapan berikut.
1.      Membaca dan menelaah Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SKKD). SKKD adalah standar isi buku yang mengacu kepada kurikulum yang sedang digunakan.
2.      Menyusun peta konsep. Peta konsep adalah sistematika pendistribusian materi yang mengacu kepada SKKD, semacam daftar isi.
3.      Mengumpulkan materi yang relevan dengan SKKD untuk dijabarkan sesuai dengan peta konsep. Materi ini harus disesuaikan dengan jenjang pendidikan, aktualitas, kemenarikan, kegunaan, dan eksklusivisme.
4.      Membaca buku ajar yang telah dinyatakan lolos BSNP agar memperoleh inspirasi dan dapat membuat modifikasi.
5.      Memahami instrumen penilaian buku ajar yang telah ditetapkan BSNP. Ini disebabkan setiap buku ajar harus dinilaikan ke BSNP agar diperoleh standar isi yang sama.
6.      Mengembangkan materi sesuai dengan peta konsep. Akan lebih baik jika diawali dari tingkat kebahasaan yang dikuasai.
7.      Merefleksikan koherensi materi dalam satu bab/unit untuk ditemukan kekurangan,
8.      Minta pertimbangan pihak lain untuk memberi kritikan atau input.
9.      Buku siap dicetak
A.BAGIAN-BAGIAN DARI BUKU TEKS PELAJARAN
Umumnya  buku terdiri dari tiga bagian yang mencakup :
Bagian awal yang berisi :
1.      Halaman cover, bersisi tentang judul, pengarang, gambar sampul , nama departemen, tahun terbit.
2.      Halaman judul , berisi judul, pengarang/penulis, gambar sampul,  tahun terbit, nama depertemen
3.      Daftar isi, yang membuat, judul bab, sub bab, dan nomor halaman
4.      Daftar lain seperti : daftar gambar, daftar table, daftar lampiran.
Bagian isi:
Bagian ini berisi bab-bab, dan setiap bab terdiri sub bab-sub bab dan pokok pokok bahasan yang menjadi inti naskah buku dan memuat uraian penjelasan, proses operasional atau langkah kerja dari setiap bab maupun sub bab. Dengan demikian paragraf merupakan unit terkecil suatu pokok bahasan. Paragraf tersebut harus saling mendukung dan merupakan suatu kesatuan yang koheren. Apabila diperlukan penjelasan dan uaraian dari masing-masing bab dilengkapi dengan table, bagan, gambar dan ilustrasi lain. pada baigian isi buku dikelompokkan menjadi beberapa bab, dalam setiap bab disamping berisi informasi umumnya diakhiri dengan rangkuman dan latihan soal.
Bagian akhir
Pada bagian akhir dari suatu buku biasanya berisi antara lain :
Pada bagian akhir dari suatu buku biasanya berisi antara lain :
1.      lampiran, bila lampiran lebih dari satu lembar harus diberi nomor urut arab
2.      Glosarium (jika ada), kata/istilah yang berhubungan dengan uraian diktat sehingga memudahkan pemahaman pembanca
3.      Kepustakaan, ada beberapa cara menulkiskan kepustakaan, namum namum demi keseragaman dipilih satu dari sekian cara tersebut, sengan ketentuan sebagai berikut :
    1. Hendaknya digunakan buku acuan yang relevan dengan bahan kajian yang akan ditulis, tidak ketinggagalan perkembangan teknologi dan sesuai dengan disiplin ilmu
    2. kepustakaan disusun dengan urutan  abjad,  urutannya sebagai berikut :
v  Mulyasan,E, 2003, Kurikulum Berbasis Kompetensi, Pt Remaja Rosda Karya, Bandung
4.      Indeks : pencantuman  indeks dimaksudkan sebagai petunjuk untuk mengetahui dengan mudah uraian suatu teori, atau fakta yang terdapat pada halaman tertentu, penulisan indeks dengan pengaturan sbb :
5.    entri disusun menurut abjad dan tidak bernomor urut
      6.    entri diawali dengan huruf kecil , kecuali berupa nama
      7.entri diikuti dengan tanda koma dan nomor halaman tempat entri.
B.Kaidah Penulisan Buku Pelajaran
Kaidah isi buku pelajaran mencakup : (1). Cakupan isi sesuai dengan kurikulum yang berlaku, (2). Urutan sajiannya sesuai dengan waktu yang ditentukan dalam kurikulum, (3). Tingkat kesulitan sesuai dengan tahapan pembelajaran yang ditentukan di kurikulum. Sedangkan kaidah/teknik penulisan seyogyanya; (1). Menggunakan bahasa Indonesia yang baku, (2). Menggunakan kalimat efektif, (3). Menggunakan huruf yang standar, (4). Dilengkapi contoh dan gambar yang memperjelas materi.
 C. Kerangka Penulisan
a. Kerangka Penulisan Buku Pelajaran adalah :
1.      Tujuan pembelajaran umum
2.      Tujuan pembelajaran khusus
3.      Judul/Sub judul
4.      Uraian singkat isi pokok bahasan
5.      Uraian pokok isi pelajaran
6.      Ringkasan, Rangkuman
7.      Latihan, tugas, soal
8.      Sumber buku
b. Pendahuluan
  1. Kata Pengantar
  2. Daftar Isi
  3. Penjelasan tujuan buku pelajaran
  4. Petunjuk Penggunaan Buku
  5. Petunjuk Pengerjaan Soal
c. Bagian Isi
§  Judul bab atau topik isi bahasan
§  Uraian singkat isi pokok bahasan
§  Penjelasan tujuan bab
§  Uraian isi pelajaran
§  Penjelasan teori
§  Sajian Contoh
§  Ringkasan isi buku
§  Soal Latihan
§  Kunci jawaban, soal latihan
d.Bagian Penunjang
§  Daftar Pustaka
§  Lampiran-lampiran
 Kelompok kami menyimpulkan dari ke lima(5) artikel hasil referensi yang sudah kami dapat,hal hal atau teknik dalam penuisan buku ialah sebagai berikut:
persyaratan yang berkaitan dengan isi
  1. Relevan dengan tujuan dan sesuai dengan kemampuan yang akan dicapai
  2. Isi di buat sesuai dengan hal yang bersangkutan
  3. Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
  4. Sesuai standar isi dan standar kompetensi
  5. Isi dan bahan mengacu pengembangan konsep, prinsip, teori
  6. Tidak mengandung muatan politis maupun hal yang berbau sara
Persyaratan  penyajian
  1. Menarik minat dan perhatian sasaran pembaca
  2. Menantang dan merangsang untuk dibaca dan dipelajari
  3. Mengacu pada aspek koginitif, afektif dan psikomotor
  4. Penyajian yang menggunakan bahasan ilmiah dan formal
Persyaratan yang berkaitan dengan bahasa
  1. Menggunakan bahasa Indonesia yang benar
  2. Menggunakan kalimat yang sesuai dengan kematangan dan perkembangan  sasaran pembaca
  3. Menggunakan istilah, kosakata, indeks, symbol yang mempermudah pemahaman
  4. Menggunakan kata kata terjemahan yang dibakukan
Persyaratan yang berkaitan dengan Ilustrasi
  1. Relevan degan konsep, prinsip yang disajikan.
  2. Tidak mengunakan kesinambungan antar kalimat. Antar bagian dan antar paragraph.
  3. Merupakan bagian terpadu dari bahan ajar
  4. Jelas, baik dan merupakan hal-hal esensial yang membantu memperjelas materi
  5. Di seretai gambar ,tabel dan grafik sesuai sasaran teks buku tersebut


Klasifikasi Buku
Yang perlu di ingat dari penulisan buku ialah Berdasarkan isinya, buku diklasifikasikan menjadi dua, yaitu buku fiksi dan buku nonfiksi. Berdasarkan peruntukannya, buku diklasifikasikan menjadi buku umum dan buku sekolah. Berdasarkan tujuannya, buku diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu buku ajar dan buku pengayaan.
Sumber:



Diposting oleh blog debar

0 komentar:

Visit the Site
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger template by blog forum.