Sabtu, 30 Oktober 2010
di
23.43
|
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 tertulis
bahwa penyelenggaraan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara
pemerintah, orangtua, dan masyarakat.
Oleh sebab itu lembaga pendidikan harus dapat
mengelola sumber daya yang ada untuk mewujudkan tujuan pendidikan. Oleh karena
itu pemerintah, masyarakat, orangtua, dan dunia usaha hendaknya dapat
mengalokasikan sebagian sumber dananya untuk pendidikan serta menciptakan
pembelajaran yang nyaman, aktif, efektif dan menyenangkan.
Pengelolaan keuangan sekolah bukan tugas yang ringan
melainkan tugas ini mempunyai perbedaan yang nyata dari tugas lainnya. Untuk
itu orang yang seperti kepala sekolah sebagai unit terkecil dari lembaga
pendidikan harus mepunyai kepribadian dan dapat dipercaya serta mempunyai
kesadaran sesuai dengan semangat otonomi daerah dan otonomi pendidikan.
Sehubungan dengan hal diatas, maka kami mengadakan
observasi terhadap SDN Rawamangun 14 Pagi untuk melihat proses pembelajaran
yang diterapkan di sekolah ini terkait dengan hal-hal yang diungkap diatas.
1.2 Identifikasi Masalah
1.
Bagaimana sistem pembelajaran di sekolah
berlangsung?
2.
Apakah kurikulum sudah berjalan baik?
3.
Bagaimana mutu pendidikan di sekolah?
4.
Apa saja kegiatan siswa-siswi di sekolah?
5.
Berasal dari mana sumber-sumber keuangan
sekolah?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui
kurikulum yang diterapkan
2. Mengamati
proses pembelajaran siswa di kelas
3. Mengamati
keadaan kelas
4. Mengetahui
kebutuhan siswa akan pembelajaran
5. Mengamati
tingkat keaktifan siswa dalam pembelajaran
6. Mengetahui
tingkat kemampuan siswa
1.4 Metode
Metode
yang digunakan adalah metode observasi dengan mewawancarai beberapa pihak
seperti kepala sekolah dan orang tua siswa. Disamping itu, metode ini diberikan
dengan penyebaran kuisioner yang ditujukan kepada siswa siswi.
BAB II
LANDASAN TEORI
A.
Pengertian
Pendidikan
Pendidikan
adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk
memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan negara.
B.
Belajar
dan Pembelajaran
1. Pengertian
Belajar
ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu
perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya
sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
Gagne
dan Briggs (1979:3) mengemukakan instruction atau pembelajaran adalah suatu
sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi serangkaian
peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan
mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal.
2.
Tujuan
·
Belajar sebagai proses, siswa mengalami
proses mental dalam menghadapi bahan belajar berupa keadaan alam, hewan,
tumbuh-tumbuhan, manusia, dan bahan yang telah terhimpun dalam buku-buku
pelajaran. Dari segi guru, proses belajar tampak sebagai perilaku belajar
tentang sesuatu hal[1].
·
Belajar sebagai proses internal yang
kompleks, meliputi seluruh mental yang terdiri dari ranah-ranah kognitif,
afektif, dan psikomotorik dan tertuju pada bahan belajar[2].
C.
Kurikulum
Dalam bahasa Yunani
berasal dari kata Curir artinya
pelari dan Curere artinya tempat berpacu.
Curriculum artinya jarak yang harus ditempuh oleh pelari. Dapat disimpulkan,
definisi kurikulum merupakan sejumlah mata pelajaran yang hrus ditempuh atau
diselesaikan oleh peserta didik untuk memperoleh ijazah.
Dalam perspektif
kebijakan pendidikan nasional sebagaimana dapat dilihat dalam Undang-Undang
Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa: “Kurikulum
adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan
pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan
pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”.
KTSP merupakan
pengembangan dan penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya yaitu kurikulum 2004
(KBK), yang dikembangkan oleb satuan pendidikan berdasarkan standar isi (SI),
dan standar Kompetensi Lululsan (SKL) yang terdapat pada KBK dan merupakan salah
satu bentuk realisasi kebijakan, desentralisasi di bidang pendidikan agar
kurikulum benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengembangan potensi peserta
didik di sekolah yang bersangkutan di masa sekarang dan yang akan datang dengan
mempertimbangkan kepentingan lokal, nasional, dan tuntutan global dengan
semangat Manajemen Berbasis Sekolah (MBS).
D.
BOS
(Biaya Operasional Sekolah)
1. Pengertian
BOS
adalah program pemerintah untuk penyediaan pendanaan biaya non personalia bagi
satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana program wajib belajar berasal dari
APBN.
2.
Tujuan
BOS
bertujuan untuk membebaskan biaya pendidikan bagi siswa tidak mampu dan
meringankan bagi siswa yang lain, agar mereka memperolah layanan pendidikan dasar
yang lebih bermutu sampai tamat dalam rangka penuntasan wajib belajar 9 tahun.
3. Sekolah
Penerima BOS
· Semua
sekolah negeri dan swasta berhak memperoleh BOS.
Khusus sekolah/madrasah/ponpes
swasta harus memiliki ijin operasional (piagam penyelenggaraan pendidikan)
dengan menandatangani Surat Pejanjian Pemberian Bantuan dan bersedia mengikuti
ketentuan yang tertuang dalam buku petunjuk pelaksanaan ini.
· Sekolah
Kaya/mapan/mampu secara ekonomi yang saat ini memiliki penerimaan yang lebih
besar dari dana BOS, mempunyai hak untuk menolak BOS tersebut, sehingga tidak
wajib untuk melaksanakan ketentuan seperti sekolah/madrasah/ponpes penerima
BOS. Bila di sekolah/madrasah/ponpes yang mampu tersebut terdapat siswa miskin,
sekolah/madrasah/ponpes tetap menjamin kelangsungan pendidikan siswa tersebut
(misal dengan melakukan subsidi silang dari siswa yang mampu)
BAB
III
HASIL
OBSERVASI DAN PEMBAHASAN
Berikut ini disajikan
profil sekolah yang kami kunjungi :
Nama Sekolah : SDN
Rawamangun 14 Pagi
Alamat : Jalan Pemuda No.6 Kecamatan Pulogadung Jakarta Timur
Letak : Bangunan lantai 2 dari SDN Rawamangun
Nomor Telepon : 47861136
Tahun Berdiri : 1985
Daftar
pertanyaan dan jawaban sebagai berikut.
A.
Hasil
Wawancara dengan Kepala SDN Rawamangun 14 Pagi
- Apakah visi dan misi dari sekolah ini?
Visi : Unggul dalam prestasi, berbudi pekerti
luhur, serta berlandaskan iman dan taqwa.
Misi :
·
Mulailah dari sekarang
·
Mulailah dari hal yang
terkecil, mulailah dari diri sendiri
·
Bekerja keras, cerdas, ikhlas
·
Hari ini lebih baik dari
kemarin
·
Hari esok lebih baik dari
kemarin
- Bagaimana sistem kurikulum di sekolah ini? Apakah sudah berjalan sesuai dengan rencana atau belum?
Sistem kurikulumnya sudah berjalan lancar dengan kurikulum KTSP
(Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan).
- Apakah yang membedakan sekolah ini dengan sekolah-sekolah lainnya?
Sekolah ini mempunyai cirri khas dari segi ekstrakurikuler
diantaranya kesenian yaitu seni tari, olahraga yaitu futsal yang sudah masuk
nominasi tingkat provinsi, serta mulok.
- Apakah sarana dan prasarana yang ada di sekolah ini sudah bisa memenuhi kebutuhan belajar siswa?
Sedikit mengalami ketidaknyamanan karena sekolah ini sudah
dibangun sejak tahun 1985. Jadi, masih butuh perawatan seperti dinding yang
bocor dan lain-lain. Sedangkan dana BOS/BOP tidak semua mencukupi kebutuhan dan
keperluan yang ada.
- Apakah yang menjadi program unggulan di sekolah ini?
Program unggulan di sekolah ini terletak dalam bidang olahraga
seperti futsal yang telah mencapai tingkat provinsi dan bidang kesenian seperti
tari daerah (tari jaipong dan tari piring).
- Kesulitan/kendala apa yang sering dihadapi dalam sebuah pembelajaran di sekolah ini?
Kendala yang dihadapi seperti alat peraga yang kurang memadai,
karena siswa siswi masih perlu pemahaman yang lebih detail. Bahkan tak jarang
guru mengajak para siswa siswi belajar di luar alam/lingkungan.
- Media pembelajaran apa saja yang digunakan di sekolah ini?
Media pembelajaran yang digunakan di sekolah ini meliputi buku
pokok, buku pandu, dan komputer secara bergantian dari kelas 1-6.
- Model pembelajaran apa yang bisa dterapkan dalam sekolah ini agar siswa aktif dan tidak bosan?
Perlu adanya alat peraga agar anak mengerti dan ini tergantung
kepada cara penyampaian/penyajian guru kepada siswa dan tidak monoton. Artinya
pembelajaran dibuat seperti belajar sambil bermain dengan menggunakan alat peraga
tersebut menuju ke arah belajar PAKEM.
B. Hasil Wawancara dengan Orang Tua
Siswa
1. Berapa
biaya sekolah yang harus dibayarkan?
Biaya
di sekolah ini gratis. Disini hanya mengeluarkan biaya untuk pembelian seragam
saja.
2. Menurut
Ibu/Bapak, apakah fasilitas di sekolah ini sudah tercukupi?
Fasilitas
di sekolah ini sudah memadai.
3. Menurut
Ibu/Bapak, bagaimana kualitas pengajaran dari guru itu sendiri?
SDM
pengajar sudah bagus.
4. Menurut
Ibu/Bapak, sarana dan prasarana apa sajakah yang sudah diterapkan di sekolah
ini untuk menunjang proses pembelajaran?
Sarana
dan prasarana disini ada sempoa, ruang komputer hanya 10 unit dan bergantian
pemakaiannya, dan ada juga perpustakaannya, tetapi perpustakaan disini belum
efektif. Namun, pelayanan sekolah sangat baik.
5. Kegiatan
apa sajakah yang diikuti siswa-siswi di sekolah ini?
Kegiatannya
meliputi pramuka dan kesenian tari.
6. Menurut
Ibu/Bapak, alat peraga apakah yang sering dipakai dalam pembelajaran?
Jam
dalam pelajaran matematika dan gambar-gambar dalam pelajaran bahasa Inggris.
C. Hasil Pengisian Kuisioner Oleh
Siswa
1.
Apakah
fasilitas yang ada di sekolah ini sudah lengkap? Bila belum, sebutkan fasilitas
apa saja yang perlu ditambahkan!
Belum, karena ruang kelas belum
memadai dan perpustakaan disatukan dengan ruang komputer.
2.
Guru
yang bagaimana yang dapat memotivasi anda untuk belajar?
Guru yang mengajarnya enak seperti Bu
Indah dan memberikan motivasi khususnya pelajaran Bahasa Inggris, Agama, PKn,
dan Matematika.
3.
Menurut
anda, apakah diperlukan seorang tutor sebaya dalam mengefektifkan belajar anda?
Berikan alasannya!
Perlu karena untuk memimpin jalannya
pembelajaran di kelas. Tetapi terkadang ada yang suka egois.
4.
Model
belajar apakah yang sudah diterima anda selama kegiatan belajar berlangsung?
Berikan contohnya?
Belum ada model belajar, hanya gurunya
menjelaskan materi dan mengajarnya tidak kecepatan.
5.
Seberapa
pentingkah peran bacaan (misalnya buku pelajaran) dalam kegiatan belajar anda saat
ini? Apakah bacaan tersebut cukup lengkap?
Penting dan lengkap. Ada yang dari
sekolah, tetapi ada juga yang beli sendiri.
6.
Seberapa
seringkah anda mengunjungi perpustakaan sekaligus membaca buku-buku yang ada di
perpustakaan?
Jarang karena hanya gurunya saja yang
membaca buku.
7.
Adakah
kegunaan catatan dalam setiap pelajaran? Sebutkan minimal 2?
Catatan penting karena untuk membantu
supaya kita pintar dan sebagai bahan menghafal saat ulangan.
8.
Apakah
anda pernah melakukan pelanggaran di sekolah? Sebutkan jenis pelanggarannya?
Pernah, seperti terlambat datang ke
sekolah, menyontek, menyoret-nyoret dinding, dan bolos 5 hari.
9.
Mata
pelajaran apakah yang anda sukai dan tidak sukai (masing-masing 2)? Mengapa?
Mata pelajaran yang disukai yaitu
Bahasa Inggris karena biar bisa berbicara sama “Bule” dan Matematika karena
biar bisa menghitung. Sedangkan mata pelajaran yang tidak disukai yaitu Agama
karena tidak bisa mengaji dan PKn karena pelajarannya susah.
10. Ekstrakurikuler apa sajakah yang anda
ikuti sekarang?
Pramuka.
Berikan tanda (v) pada pertanyaan di bawah ini.
No.
|
Pertanyaan
|
Ya
|
Tidak
|
Kadang-Kadang
|
1.
|
Apakah anda termasuk
siswa yang aktif bertanya dalam sebuah pembelajaran di sekolah jika ada
materi yang kurang dimengerti?
|
ü
|
||
2.
|
Apakah anda termasuk
siswa yang cepat mengerti dan memahami apa yang telah diajarkan di sekolah?
|
ü
|
||
3.
|
Apakah anda ikut
berpartisipasi mengemukakan pendapat dalam sebuah pembelajaran di kelas?
|
ü
|
||
4.
|
Apakah anda selalu bisa
menjawab pertanyaan yang ditujukan pada diri anda seputar topik pembelajaran
di kelas?
|
ü
|
||
5.
|
Apakah anda selalu
mendapatkan nilai yang baik dalam setiap ujian?
|
ü
|
D. Dokumentasi
BAB IV
KESIMPULAN
Dari
hasil observasi ini dapat disimpulkan bahwa setiap sekolah mempunyai
sumber-sumber keuangan sekolah, yang berasal dari pemerintah, baik pusat maupun
daerah.
Disamping
itu, kurikulum KTSP yang diterapkan SDN Rawamangun 14 Pagi sudah berjalan baik
dengan berbagai sarana dan prasarana yang cukup untuk menunjang proses pembelajaran
serta prestasi-prestasi yang pernah diraih.
Dari
segi pendidik, SDN Rawamangun 14 Pagi ini sudah memiliki tenaga pendidik yang
bisa mengajar dan mendidik dengan berbagai metode dan model pembelajaran
sehingga memacu kea rah pembelajaran yang aktif, efektif, dan menyenangkan.
DAFTAR
PUSTAKA
Dimyanti
dan Mudjiono. 2006. Belajar dan
Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta
http://www.scribd.com/doc/22453020/Pengertian-Dan-Definisi-Kurikulum
Diposting oleh
blog debar

PENDAHULUAN Latar Belakang Secara sederhana inovasi di maknai dengan pembaruan atau perubahan dengan di tandai oleh adanya hal yang baru....



0 komentar:
Posting Komentar