Senin, 08 April 2013 di 09.54 | 0 komentar  
Meta-Analisis

Meta-analisis adalah tehnik yang digunakan untuk merangkum berbagai hasil penelitian secara kuantitatif dengan cara mencari nilai efek size ( Barbora 2009; Sutrisno, Hery, Kartono 2007 ). Efek size dicari dengan cara mencari selisih rata-rata kelas eksperimen dengan rata-rata kelas control, kemudian dibagi dengan standar deviasi kelas control. Tahapan dalam mengerjakan meta-analisis (Jammie 2004; Sutrisno, Hery, Kartono 2007)
1.      menetapkan domain penelitian yang akan dirangkum
2.      memilih jenis publikasi yang akan dikumpulkan
3.      mengumpulkan hasil penelitian atau literatur
4.      mencatat data-data (variabel-variabel) penelitian
5.      menghiting efek size per sumber atau penelitian
6.      menginterpretasi rangkuman dan membuat laporan
Data-data penting yang dicatat dari hasil peneltian yang dirangkum antara lain:
1.      variable bebas dan variable terikat beserta definisi konseptual dan definisi operasionalnya,
2.      variable metodolgi, missal: jenis penelitian, cara pengambilan sample, statistic yang digunakan dalam analisis, jenis instrumen dan karaktristiknya (Sutrisno, Hery, Kartono 2007) 
3.   
http://cobaberbagi.files.wordpress.com/2010/02/untitled1.jpg?w=300&h=168
http://cobaberbagi.files.wordpress.com/2010/02/efek-size.jpg?w=300&h=168

  
Komentar :
Dari sumber yang pertama ini hanya membahas secara singkat antara lain permasalahan yang harus di bahasa tentang meta analisis tersebut bisa tertuang secara jelas tanpa adanya basa-basi seperti pengetian meta analisis, tahapan dalam mengerjakan meta-analisis, Data-data penting yang dicatat dari hasil penelitian seperti ;  variable bebas, variable terikat, definisi konseptual dan definisi operasionalnya,variable metodolgi, rumus meta analisis tetapi seharusnya didalam sumber tersebut harus adanya metode didalam penelitian tersebut, teori-teori atau menurut para ahli, kekurangan dan kelebihanya, dll 

Konsep Meta Analysis
Sumber : http://syehaceh.wordpress.com/2008/05/15/konsep-meta-analysis/
May 15, 2008 by mirzal tawi
1.PENDAHULUAN

Trend terkini dari penelitian sintesis adalah melakukan analisis terhadap sebuah analisis yang telah ada sebelumnya,yaitu penelitian-penelitian terdahulu. Metode inilah yang disebut meta analysis.Dibandingkan dengan 3 metode review artikel lainnya (Narrative Review, Descriptive Review, dan Vote Counting), meta-analysis merupakan metode yang paling konsern pada pendekatan kuantitatif.

Meta-analysis lebih tidak bersifat subjektif dibandingkan dengan metode tinjauan lain. Meta analysis tidak fokus pada kesimpulan yang didapat pada berbagai studi, melainkan fokus pada data, seperti melakukan operasi pada variabel- variabel, besarnya ukuran efek, dan ukuran sampel. Untuk mensintesis literatur riset, meta-analysis statistikal menggunakan hasil akhir dari studi-studi yang serupa seperti ukuran efek, atau besarnya efek. Fokus pada ukuran efek dari penemuan empiris ini merupakan keunggulan meta-analysis dibandingkan dengan metode tinjauan literatur lain.

Meta-analysis memungkinkan adanya pengkombinasian hasil-hasil yang beragam dan memperhatikan ukuran sampel relatif dan ukuran efek. Hasil dari tinjauan ini akurat mengingat jangkauan analisis ini yang sangat luas dan analisis yang terpusat. Meta-analysis juga menyediakan jawaban terhadap masalah yang diperdebatkan karena adanya konflik dalam penemuan-penemuan beragam studi serupa.

2. PENGERTIAN
Beberapa pengertian Meta Analysis yang dikemukakan oleh ahli:
Meta analisis merupakan analisis kuantitatif dan menggunakan sejumlah data yang cukup banyak serta menerapkan metode statistik dengan mempraktekkannya dalam mengorganisasikan sejumlah informasi yang berasal dari sampel besar yang fungsinya untuk melengkapi maksud-maksud lainnya (Glass, 1981).  Dengan kata lain, meta analisis adalah suatu bentuk penelitian kuantitatif yang menggunakan angka-angka dan metode  statistik dari beberapa hasil penelitian untuk mengorganisasikan dan menggali informasi sebanyak mungkin dari data yang diperoleh, sehingga mendekati kekomprehensifan dengan maksud-maksud lainnya.Salah satu syarat yang diperlukan dalam melakukan meta analisis adalah pengkajian terhadap hasil-hasil penelitian yang sejenis.

Meta analisis adalah suatu analisis integratif sekunder dengan menerapkan prosedur statistik terhadap hasil-hasil pengujian hipotesis penelitian.  Menurut Glass (1981), analisis sekunder itu merupakan analisis ulang (reanalysis) terhadap data untuk tujuan menjawab pertanyaan penelitian dengan teknik-teknik statistik yang lebih baik atau menjawab pertanyaan-pertanyaan baru dengan data lama yang dimiliki.  Analisis sekunder merupakan suatu ciri-ciri penting terhadap riset dan kegiatan evaluasi.Soekamto (1988) mengatakan bahwa sifat meta analisis antara lain kuantitatif, dan memakai analisis statistik untuk memperoleh seri informasi yang berasal dari sejumlah data dari penelitian-penelitian sebelumnya. Menurut Borg (1983) bahwa, meta analisis merupakan teknik pengembangan paling baru untuk menolong peneliti menemukan kekonsistenan atau ketidakkonsistenan dalam pengkajian hasil silang dari hasil penelitian.

Meta-analisis merupakan studi dengan cara menganalisis data yang berasal dari studi primer. Hasil analisis studi primer dipakai sebagai dasar untuk menerima atau mendukung hipotesis,  menolak/menggugurkan hipotesis yang diajukan oleh beberapa peneliti(Sugiyanto,2004). Lebih lanjut dikatakan oleh Sutjipto (1995) bahwa meta-analisis adalah salah satu upaya untuk merangkum berbagai hasil penelitian secara kuantitatif. Dengan kata lain,  meta-analisis sebagai suatu teknik ditujukan untuk menganalisis kembali hasil-hasil penelitian yang diolah secara statistik berdasarkan pengumpulan data primer. Hal ini dilakukan untuk mengkaji keajegan atau ketidakjegan hasil penelitian yang disebabkan semakin banyaknya replikasi atau verifikasi penelitian,yang sering kali justru memperbesar terjadinya variasi hasil penelitian.

3. SEJARAH
Sebenarnya sudah dipakai secara “implisit” pada tahun 1904. Namun baru memakai kata “meta-analysis” setelah Glass di tahun 1976 memakai istilah“meta-analysis” di dalam artikelnya. Meta Analisis dikembangkan oleh Gene Glass yang memperluas pengadopsian hasil penelitian oleh para peneliti.  Metode ini meliputi penerimaan hasil penemuan masing-masing kajian pada effect size (D).  Untuk studi yang membandingkan kelompok eksperimental dan kelompok kontrol, effect size dihitung dengan mengurangkan rerata skor terhadap kelompok kontrol pada dependent variable dari rerata kelompok eksperimen dan dibagi dengan simpangan baku kelompok kontrol. 
                 
Rumus-rumus yang sama dikembangkan untuk mengubah kebanyakan statistik  inferensial, misalnya rasio t, rasio F persentase, dan koefisien korelasi bagi effect size tersebut.  Rerata effect size untuk seluruh kajian dilibatkan dalam research  review yang kemudian dihitung untuk mengestimasi tipe-tipe efek dari fenomena di bawah kajian tersebut.Rumus-rumus yang sama dikembangkan untuk mengubah kebanyakan statistik  inferensial, misalnya rasio t, rasio F persentase, dan koefisien korelasi bagi effect size tersebut.  Rerata effect size untuk seluruh kajian dilibatkan dalam research  review yang kemudian dihitung untuk mengestimasi tipe-tipe efek dari fenomena di bawah kajian tersebut.

Dalam meta analisis semua kajian dengan bukti yang tersedia dihubungkan dengan pertanyaan penyelidikan yang dilibatkan, tanpa memperhatikan kualitas (ini merupakan salah satu kelemahan meta analisis).  Glass mempertimbangkan pendekatan tersebut dengan menjelaskan bahwa secara metodologi, kajian tersebut seringkali melaporkan hasil-hasil yang sama untuk menemukannya di dalam kajian-kajian yang lebih tegas, dengan mengkombinasikan seluruh hasil kajian, yakni hasil yang dapat diterima dan yang lebih dapat dipercaya.

4. KELEBIHAN META ANALYSIS
1) Lebih sedikit subjektivitas dan judgement dibanding 3 metode lain.
2) Karena merupakan pendekatan kuantitatif, maka banyak mengambil sampel,
    sehingga hasil bisa lebih representatif. Hasil akhirnya dinamakan “effect size”.
3) Meta-analysis memungkinkan mengkombinasikan berbagai macam hasil penelitian yang
    telah ada sebelumnya.
4) Metode ini fokus pada pengakumulasian impact dari hasil-hasil yang tidak signifikan
    sehingga bisa menghasilkan suatu hasil yang signifikan.
5) Metode ini juga dapat menjwab pertanyaan seputar kesenjangan hasil yang terjadi dari
    studi yang bermacam-macam.
6) Pada penelitian bidang bisnis, Meta-analysis membuat organizational behaviour yang baik.

5. KEKURANGAN META ANALYSIS
1) Karena banyaknya sampel yang diambil, maka kemungkinan akan terjadi/memiliki
    sampel –sampel yang bias serta data-data yang tidak perlu (sampah).
2) Meta-analysis seringkali membuat hasil yang dipublikasikan hanya yang signifikan saja,
    sedangkan yang tidak signifikan tidak dipublikasikan.
3) Metode bersifat meng-aggregat-kan serta merata-ratakan sesuatu. Jadi sesuatu yang
    berbeda bisa jadi dipandang sama oleh metode ini.
4) Metode ini tidak cocok diterapkan bila sampel datanya kecil.
5) Bisa saja terjadi metodological error.

6. PENGEMBANGAN TERKINI
Kini meta-analysis mulai berkembang, terutama setelah dikenalkan oleh Glass
tahun 1976.
Analysis of Moderator Effects
Berikut ini adalah Metode umum dalam Detecting/Assessing Moderator Effects
- Graphing – OLS regression
- Q Stastistics (chi-square test) – WLS regression
- Variance analysis – Partition test
- Outlier test
Mediator Assessment Methods
Merupakan teknik yang penting dalam metode meta-analysis yang berfungsi untuk meng-address hubungan struktural, menganalisa apakah korelasi matriks dari populasi umum mendasari sebuah himpunan dari hasil empiris yang didapatkan. Ada dua alternatif pendekatan untuk mempelajari mediator effect,
yaitu:
1. mengkombinasi dan menganalisa korelasi pengembangan meta-analysis
2. studi koefisien secara langsung dari kepentingan sebagai effect size.

7. BEBERAPA PENELITIAN META ANALYSIS
Banyak penelitian yang menerapkan meta analisis.  Xin Ma dan Kishor (1992) telah melakukan suatu penelitian meta analisis terhadap 113 penelitian utama.  Kajian ini melakukan Penilaian Hubungan Sikap terhadap Matematika dan Prestasi Matematika.   Hasil-hasil statistik pada kaijan ini digunakan untuk mentransformasikan ukuran pengaruh bersama untuk mengukur koefisien korelasi.  Hubungan tersebut menemukan variabel terikat pada sejumlah variabel: kelas, latar belakang etnis, pemilihan sampel, ukuran sampel, dan publikasi data.

Underwood (1971) menemukan 16 penelitian eksperimen pada hubungan antara memori dan campur tangan pengintegrasian riset secara pasti.  Desain baku dan mendekati baku pengukuran bersama dilakukan untuk kajian-kajian yang disarankan lebih cenderung menggabungkan bukti-bukti kuantitatif daripada yang bersifat tipikal dalam penelitian itu.

Rosenthal (1976) mengintegrasikan penemuan-penemuan beberapa ratus kajian eksperimental yang mengharapkan efek berada dalam riset tingkah laku (behavioral) tersebut.  Teknik yang digunakan dan dia diskusikan terhadap metodologi sungguh seperti yang ditampilkan oleh Glass (1976), ada dua pemikiran (melahirkan keperluan yang sama).  Selanjutnya, Sudman dan Bradburn dalam Glass (1976) mensintesis beberapa ratus kajian empirik terhadap “efek-efek jawaban” dalam riset surveinya.  Selama lima tahun mereka bekerja untuk mempublikasikan pekerjaan mereka, metode yang dikembangkan, merekomendasikan penerapan berulang dan dalam wilayah yang berbeda: perlakuan terhadap kegagapan (Andrews, 1979), instruksi matematika modern vesus tradisional (Athappilly, 1980), perlakuan terhadap sakit kepala dan tensi sakit kepala (Blanchard, et al., 1980), instruksi sains “orientasi proses” (Bredderman, 1980), kecenderungan dominan khusus pendidikan siswa (Carlberg, 1979), penilaian siswa terhadap perintah dan prestasi siswa (Cohen, 1980), penilaian neuropsychologi anak (Davidson, 1978).

8. METODE
Penelitian meta analisis ini merupakan penelitian yang menggunakan data sekunder berupa data-data dari hasil penelitian sebelumnya  Dengan demikian penelitian ini dapat disebut sebagai penelitian yang bersifat ex post facto yang berbentuk survey dan analisis kepustakaan terhadap penelitian-penelitian yang telah dilakukan.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melaksanakan suatu meta analisis:
1) Glass (1981) = fokus pada deteksi dari moderator variabel.
2) Hedges dan Olkin (1985) = memakai teknik weighted least squares
3) Rosenthal dan Rubin (1991) = sama seperti Hedges-Olkin, bedanya hanya pada test
    signifikansi untuk mengkombinasikan effect size
4) Hunter dan Schmidt (1990) = bedanya dengan yang lain adalah metode ini berusaha
    mengkoreksi error potensial sebelum meta-analysis mengintegrasikan effect study
    antar studi.

Tehnik Hunter dan Schmidt lebih sering digunakan karena teknik ini dianggap oleh para peneliti sebagai teknik yang  paling lengkap, karena selain dapat dipergunakan untuk mengkaji effect size, teknik Hunter Schimidt dapat juga dipergunakan untuk mengkoreksi kesalahan sebagai akibat error of measurement, maupun man made error (artifact) yang lain.

Dalam upaya melakukan sintesa dari beberapa penelitian, terlebih dahulu dilakukan koreksi terhadap artefak atau ketidaksempurnaan penelitian (Sugiyanto,2004). Hunter & Schmidt (1990) menyebutkan sedikitnya ada 11 artefak yaitu:
1.  Kesalahan pengambilan sampel
2.  Kesalahan pengukuran pada variabel dependen
3.  Kesalahan pengukuran pada variabel independent
4.  Dikotomi variabel dependen
5.  Dikotomi variabel independent
6.  Variasi rentangan dalam variabel independent
7.  Artefak atrisi
8.  Ketidaksempurnaan validitas konstruk pada variabel dependen
9.  Ketidaksempurnaan validitas konstruk pada variabel independen
10.Kesalahan pelaporan atau transkripsi
11.Varians yang disebabkan oleh faktor luar.

Hunter, J.E., & Schmidt, F.L.(1990 )mengemukakan langkah-langkah/metode analisis korelasi meta-analisis dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a.  Transformasi harga F ke dalam t, d, dan r
b.  Bare Bone Meta Analysis: Koreksi Kesalahan sampel
   1). Menghitung mean korelasi populasi
   2). Menghitung varians rxy  
   3). Menghitung varians kesalahan pengambilan sampel
   4). Dampak pengambilan sampel
c.   Artefak yang lain: Koreksi Kesalahan Pengukuran
  1). Menghitung mean gabungan
  2). Menghitung korelasi populasi yang dikoreksi oleh kesalahan pengukuran
  3). Interval kepercayaan
  4). Dampak variasi reliabilitas
Pada contoh aplikasi meta analisis nantinya akan dijelaskan rumus-rumus yang digunakan dalam metode Hunter and Schmidt. 


Daftar Pustaka

Elwood.J.M,(1988) Critical Appraisal of Epidemiological Studies and Clinical Trial,Second
     Edition,Oxford Universiy Press.
 Hunter,J.E,& Schmidt,F.L.(1990) Methods of Meta-Analysis,London:Sage
 William R.King&Jun He,(2005) Understanding the Role and Methods of Meta-Analysis in IS
 Glass, G.V. (1976) “Primary, Secondary, and Meta-Analysis of Research”,Review of
 Helmi.A.V (2005)Gaya Kelekatan Dan Model Mental Diri,Studi Meta
 Jamie DeCoster (2004) Meta-Analysis Notes,University of Alabama,USA


Komentar :
            didalam sumber yang kedua ini pembahasan tentang meta analisi dibahas secara rinci seperti dari pengetiannya, sejarah meta analisis, pendapat menurut para ahli, kelebihan dan kekurangan dari meta analisis, tahapan-tahapannya, pengembangan penelitian, metodenya didalam penelitian meta analisis tetapi sumber tersebut tidak membahas secara lengkap seperti apakah rumus yang sesuai di dalam penelitian meta analisis dan bentuk rumusnya seperti bentuk matematik.


Sumber : http://catatananakkuliah.blogspot.com/2010/03/meta-analisis-dan-isu-kebijakan-publik.html
Diposkan oleh Ratzz
A.    KONSEPSI META ANALISIS
  Meta-analisis merupakan suatu teknik statistika yang menggabungkan dua atau lebih penelitian sejenis   sehingga diperoleh paduan data secara kuantitatif. Dilihat dari prosesnya, meta-analisis merupakan suatu studi observasional retrospektif, dalam artian peneliti membuat rekapitulasi data tanpa melakukan manipulasi eksperimental.
Meta-analysis lebih tidak bersifat subjektif dibandingkan dengan metode tinjauan lain. Meta analysis tidak fokus pada kesimpulan yang didapat pada berbagai studi, melainkan fokus pada data, seperti melakukan operasi pada variabel- variabel, besarnya ukuran efek, dan ukuran sampel. Untuk mensintesis literatur riset, meta-analysis statistikal menggunakan hasil akhir dari studi-studi yang serupa seperti ukuran efek, atau besarnya efek. Fokus pada ukuran efek dari penemuan empiris ini merupakan keunggulan meta-analysis dibandingkan dengan metode tinjauan literatur lain.
Meta-analysis memungkinkan adanya pengkombinasian hasil-hasil yang beragam dan memperhatikan ukuran sampel relatif dan ukuran efek. Hasil dari tinjauan ini akurat mengingat jangkauan analisis ini yang sangat luas dan analisis yang terpusat. Meta-analysis juga menyediakan jawaban terhadap masalah yang diperdebatkan karena adanya konflik dalam penemuan-penemuan beragam studi serupa.
Meta analisis adalah suatu analisis integratif sekunder dengan menerapkan prosedur statistik terhadap hasil-hasil pengujian hipotesis penelitian. Analisis sekunder itu merupakan analisis ulang (reanalysis) terhadap data untuk tujuan menjawab pertanyaan penelitian dengan teknik-teknik statistik yang lebih baik atau menjawab pertanyaan-pertanyaan baru dengan data lama yang dimiliki.  Analisis sekunder merupakan suatu ciri-ciri penting terhadap riset dan kegiatan evaluasi.
Berikut Beberapa pengertian Meta Analysis yang dikemukakan oleh ahli:
·         Glass, 1981
Meta analisis merupakan analisis kuantitatif dan menggunakan sejumlah data yang cukup banyak serta menerapkan metode statistik dengan mempraktekkannya dalam mengorganisasikan sejumlah informasi yang berasal dari sampel besar yang fungsinya untuk melengkapi maksud-maksud lainnya.
·         Sugiyanto, 2004
Meta-analisis merupakan studi dengan cara menganalisis data yang berasal dari studi primer. Hasil analisis studi primer dipakai sebagai dasar untuk menerima atau mendukung hipotesis, menolak/menggugurkan hipotesis yang diajukan oleh beberapa peneliti.
·         Sutjipto, 1995
meta-analisis adalah salah satu upaya untuk merangkum berbagai hasil penelitian secara kuantitatif. Dengan kata lain,  meta-analisis sebagai suatu teknik ditujukan untuk menganalisis kembali hasil-hasil penelitian yang diolah secara statistik berdasarkan pengumpulan data primer. Hal ini dilakukan untuk mengkaji keajegan atau ketidakjegan hasil penelitian yang disebabkan semakin banyaknya replikasi atau verifikasi penelitian,yang sering kali justru memperbesar terjadinya variasi hasil penelitian.
·         Soekamto, 1988
sifat meta analisis antara lain kuantitatif, dan memakai analisis statistik untuk memperoleh seri informasi yang berasal dari sejumlah data dari penelitian-penelitian sebelumnya.
·         Borg, 1983
meta analisis merupakan teknik pengembangan paling baru untuk menolong peneliti menemukan kekonsistenan atau ketidakkonsistenan dalam pengkajian hasil silang dari hasil penelitian.

Meta Analisis dalam Kebijakan Publik
Meta Analisis merupakan metode atau pendekatan yang digunakan dalam studi kebijakan publik, yang mempunyai tujuan untuk memahami dan mengkritisi gagasan, ide, bahasa, asal usul, asumsi, model, dan signifikansi yang digunakan dalam melakukan sebuah analisis kebijakan publik. Dalam melakukan meta analisis kebijakan publik diawali dengan memahami makna dan gagasan tentang publik. Istilah publik merupakan segala aktivitas manusia yang dipandang perlu untuk diatur atau diintervensi oleh pemerintah atau aturan sosial, atau setidaknya oleh tindakan bersama.
Melalui metode ini dapat ditekan kesalahan menjadi sekecil mungkin. Analisis kebijakan dilakukan untuk menciptakan secara kritis, menilai dan mengkomunikasikan pengetahuan yang relevan  dengan kebijakan dalam satu atau lebih tahap proses pembuatan kebijakan. Dunn (2004), merumuskan 5 metode analisis kebijakan yang sangat membantu kita dalam memformulasikan kebijakan publik. Kelima metode dimaksud adalah :
a.       perumusan masalah (problem structuring),
b.      peramalan (forecasting),
c.       rekomendasi (recommendation),
d.      pemantauan (monitoring),
e.       evaluasi (evaluation).
Perumusan masalah akan membantu untuk menghasilkan masalah apa yang hendak dipecahkan; peramalan akan membantu untuk menghasilkan formulasi atau hasil-hasil kebijakan yang diharapkan; rekomendasi akan membantu untuk menghasilkan adopsi kebijakan; monitoring akan membantu untuk menghasilkan hasil-hasil akibat implementasi kebijakan; dan evaluasi akan membantu untuk menghasilkan kinerja kebijakan.
Perumusan masalah, peramalan, dan rekomendasi merupakan metode yang digunakan sebelum (ex ante) kebijakan diadopsi dan diimplementasikan,  sedangkan metode monitoring dan evaluasi digunakan setelah (ex post) kebijakan diadopsi dan diimplementasikan.
Sebelumnya kita perlu ketahui, apa itu ex ante dan ex post:
ü  ·Ex ante adalah penelitian dan analisis terhadap suatu kebijakan yang belum ada/belum terjadi.
ü  ·ex-post analysis adalah penelitian dan analisis terhadap sesuatu kebijakan yang telah ada.

Penerapannya dalam Isu Kebijakan Publik
Komponen ex ante dan ex post ini yang dipilih sehingga analisis akan dilakukan terhadap produk kebijakan yang telah terjadi/telah ada yang dalam hal ini dilakukan terhadap Dokumen Perencanaan Kota Baru Lampung yakni analisis bagaimana formulasi kebijakan yang dilakukan sehingga melahirkan konsep Perencanaan Kota Baru Lampung sekaligus evaluasi atas substansi kebijakan apakah telah memenuhi kaidah-kaidah perencanaan (kota baru) yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan maupun sudut pandang kelayakan yang lain.
Jika Perencanaan Kota Baru Lampung di Natar diikhtiarkan untuk menjawab isu dan masalah (publik) yang dihadapi oleh Kota Bandar Lampung, maka analisis pertama yang dilakukan adalah apa saja isu dan problematika public yang saat ini dihadapi oleh Kota Bandar Lampung. Berikutnya adalah ketika problematika dan isu publik Kota Bandar Lampung telah teridentifikasi maka terdapat analisis apakah problematika dan isu public tersebut memenuhi kriteria dan teori tentang kelayakan isu sebagai agenda kebijakan. Artinya, kriteria kelayakan dijadikan dasar pijakan untuk menilai apakah masalah dan isu (publik) yang dihadapi oleh Kota Bandar Lampung memenuhi unsur-unsur tersebut sehingga kebijakan Pemindahan Pusat Pemerintahan Provinsi Lampung dengan pengembangan Kota Baru Lampung di Natar menjadi pilihan atau rekomendasi kebijakan yang dihasilkan. Jika memenuhi unsur dan kriteria tersebut, maka terdapat relevansi antara masalah yang dihadapi dengan rekomendasi kebijakan yang diambil.
B.     Review
Faktor  yang mempengaruhi kebijakan public:
-          Internal
1.      Aktor – aktor politik yang mempengaruhi tahap formulasi.
Ada lima tahap dalam membuat formulasi dan mengimplementasikan suatu strategi. Kelima tahap tersebut adalah:
o   Tahap I; Pengumpulan dan Analisis Keterangan Strategis. Adalah tugas para eksekutif organisasi untuk dapat menilai kecenderungan-kecenderungan yang terjasi pada saat ini dan yang akan datang baik dari segi eksternalnya (pasar, persaingan, teknologi, regulasi, dan keadaan ekonomi) maupun segi internalnya (nilai organisasi, keunggulan dan kemampuan, hasil produkdan pasar,dan kebijakan strategis yang lalu)
o   Tahap II; Formulasi Strategi. Tim ini pulalah harus memeriksa beberapa masa depan alternatif dan menyeleksinya serta menciptakan profil atau visi strategis yang berfokuskan pada ke sembilan pertanyaan tersebut. Kekuatan formulasi sangat tergantung pada kekuatan proses yang dilalui atau yang dialami oleh tim dalam membuat keputusan.
o   Tahap III; Perencanaan Proyek Induk Strategis. Dengan menggunakan metode management proyek yang canggih dan benar dimana rencana disusun, dijelaskan, diprioritaskan, ditahap-tahapkan, dijadwalkan, disumberdayakan dan diimplementasikan serta dipantau (diawasi), maka proyek-proyek tersebut dapat dioptimalkan dalam suatu portofolio.
o   Tahap IV; Implementasi Strategi. Tahap ini adalah tahap pelaksanaan (implementasi) yang mana kualitas suatu proyek sangat diharuskan. Untuk itu dibutuhkan suatu sistem komunikasi yang handal, cepat dan akurat yang dimulai dari tingkat rendah (lower management) hingga ke tingkat yang tinggi (top management).
o   Tahap V; Pemantauan, Peninjauan dan Pembaharuan Strategi. Di tahap ini dibutuhkan indikator internal (kemajuan di bidang tujuan dan langkah strategis, kemajuan proyek) maupun indikator eksternal (validitas asumsi dasar yang menjadi penciptaan visi). Umpan balik (feedback) dari berbagai sumber kegiatan baik untuk jangka pendek, menengah maupun panjang harus dioptimalkan secara terus menerus.

Kebijakan publik adalah sebuah rangkaian yang saling berkaitan yang diambil oleh seorang aktor politik atau sekelompok aktor politik berkenaan dengan tujuan yang telah dipilih beserta cara-cara untuk mencapainya dalam suatu situasi dimana keputusan itu pada prinsipnya masih berada dalam batas-batas kewenangan kekuasaan daripada aktor tersebut

2.      Persepsi dari pengambilan kebijakan.
-          Eksternal
1.      Lingkungan Sosial
2.      Lingkungan Budaya
3.      Lingkungan Politik
Dan dalam kebijakan publik, implementasi gagal karena untuk kepentingan aktor – aktor politik ( interest group/pressure group ). Atau Sebuah kelompok penekan, juga dikenal sebagai kelompok kepentingan atau lobi, adalah sebuah organisasi yang dibentuk oleh seperti hati orang-orang yang berusaha mempengaruhi kebijakan publik untuk mempromosikan minat. Kelompok penekan ada di semua negara demokrasi dan pluralis modern bermunculan di semua sisi. Beberapa produser membela kepentingan. Sebagai tanggapan, tekan untuk konsumen lain keprihatinan atau mendorong kebijakan luas seperti perlindungan lingkungan.Perkembangan beberapa kelompok tekanan begitu luas, ukuran mereka sangat besar dan organisasi mereka begitu canggih, sehingga mereka hampir merupakan lengan lain pemerintah.
Kebijakan publik  “produk politik” karena dibuat oleh kekuasaan yang cenderung melahirkan kekuasaan juga ® regulasi.
contoh: Kebijakan pendidikan 20%. Sedangkan dalam UU dilarang menyebutkan presentase, seolah – olah sisa persentasenya Pemerintah lepas tangan.

Interaksi Sosial
Interaksi sosial adalah keadaan dimana seseorang melakukan hubungan saling berbalas respon dengan orang lain. Aktivitas interaksinya beragam, mulai dari saling melempar senyum, saling melambaikan tangan dan berjabat tangan, mengobrol, sampai bersaing dalam olahraga. Termasuk dalam interaksi sosial adalah chatting di internet dan bertelpon atau saling sms karena ada balas respon antara minimal dua orang didalamnya.
 Berdasarkan sifat interaksi antara pelakunya, interaksi sosial dibedakan menjadi dua, yakni interaksi yang bersifat akrab atau pribadi dan interaksi yang bersifat non-personal atau tidak akrab. Dalam interaksi sosial akrab terdapat derajat keakraban yang tinggi dan adanya ikatan erat antar pelakunya. Hal itu mencakup interaksi antara orangtua dan anaknya yang saling menyayangi, interaksi antara sepasang kekasih, interaksi antara suami dengan istri, atau interaksi antar teman dekat dan saudara.
Sebagian besar interaksi sosial manusia adalah interaksi sosial tidak akrab. Umumnya interaksi dalam situasi kerja adalah interaksi tidak akrab. Termasuk juga ketika anda mengobrol dengan orang yang baru saja anda kenal, interaksi antar sesama penonton sepakbola di stadion, interaksi dalam wawancara kerja, interaksi antara penjual dan pembeli, dan sebagainya

Komentar :
            Sumber yang ketiga ini lebih membahas tentang meta analisis dari sudut pengertian, banyaknya penjelasan menurut para ahli, metode-metode penelitianya yang bersangkutan dengan meta analisis namun tidak dijabakan hanya berbentuk poin-poin saja, mungkin hal tersebut dikarenakan sumber tersebut hanya menjelaskan tentang hubungan antara penelitian meta analisis dan isu kebijakan publik jadi yang di bahas hanya secara garis besarnya saja.

Kesimpulan :
Dari semua sumber tentang meta analisis bisa di ambil kesimpulan bahwa Meta-analisis adalah tehnik yang digunakan untuk merangkum berbagai hasil penelitian secara kuantitatif dengan cara mencari nilai efek size  maksudnya dicari dengan cara mencari selisih rata-rata kelas eksperimen dengan rata-rata kelas control, kemudian dibagi dengan standar deviasi kelas control. Penelitian meta analisis ini merupakan penelitian yang menggunakan data sekunder berupa data-data dari hasil penelitian sebelumnya  Dengan demikian penelitian ini dapat disebut sebagai penelitian yang bersifat ex post facto yang berbentuk survey dan analisis kepustakaan terhadap penelitian-penelitian yang telah dilakukan.

 
Diposting oleh blog debar
Visit the Site
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger template by blog forum.